Berita

Walikota Kediri saat koordinasi dengan pihak kecamatan/RMOL

Nusantara

Antisipasi Kedatangan Pemudik, Walikota Kediri Dirikan Tempat Observasi Di Tiap Kecamatan

SENIN, 06 APRIL 2020 | 23:11 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pemerintah Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur mengambil langkah cepat dengan membuat tempat observasi hingga ke tingkat kecamatan. Tujuannya untuk mengantisipasi adanya gelombang kedatangan pemudik.

Sebelumnya Pemerintah Kota Kediri juga telah membuat tempat observasi yang bertempat di Gedung Kampus I Politeknik Kediri.

Langkah tersebut diambil Pemerintah Kota Kediri untuk menekan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) yang terus meluas di berbagai wilayah di Indonesia.


Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, kedatangan orang mudik bisa saja pekerja migran dari luar negeri, atau orang yang datang dari daerah-daerah yang menjadi epicentrum.

“Kecamatan akan ada tempat observasi. Bisa di aula atau dicarikan tempat. Nanti disekat menjadi 2 putra dan putri. Kita memilih di kecamatan agar tenaga kita terakomodir semua,” ujarnya dalam video conference bersama camat dan lurah se-Kota Kediri, Senin (6/4) seperti dikutip dari Kantor Berita RMOL Jatim.

Lebih lanjut, Walikota yang lebih akrab disapa Mas Abu ini menambahkan, warga yang datang ke Kota Kediri tidak hanya melalui terminal atau stasiun. Namun bisa saja menggunakan travel, sewa mobil atau kendaraan pribadi.

Pihak kelurahan, tambah Abu harus bekerjasama dengan RT dan RW untuk mendata setiap orang yang datang.

“Bukan mendiskriminasi tapi lebih ke pendataan nanti biar bisa ditracing. Nanti yang masuk dari daerah epicentrum bisa dioberservasi,” imbuhnya.

Mas Abu berharap, langkah ini bisa menjadi gerakan bersama antara warga dan pemerintah. Nantinya masyarakat akan semakin sadar dengan kondisi ini.

“Kalau mau isolasi mandiri nggak apa-apa. Tapi kalau orangnya bandel bisa dikirim ke Poltek. Jika nanti ada yang dari luar membawa virus kita bisa meminimalisir resiko agar warga kita tidak tertular. Sekarang banyak sekali orang tanpa gejala tapi mengidap corona. Saya khawatir yang kena nanti bayi atau orang tua diatas 50 tahun,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya