Berita

Syamsul Aulia Rachman/Net

Nusantara

Gugah Hati Kepala Daerah, Wabup Cilacap Sumbangkan Gaji 2,5 Tahun Untuk Atasi Covid-19

SENIN, 06 APRIL 2020 | 21:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pemerintah pusat dan daerah terus berupaya mengatasi pandemik Covid-19 di tanah air. Meskipun di tengah keterbatasan baik alat dan tenaga medis termasuk anggaran, pemerintah terus bekerja keras untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

Perjuangan itu tentu tidak mudah dan memerlukan banyak biaya, sehingga menuntut para kepala daerah untuk melakukan inisiatif dalam menyiasati penambahan anggaran.

Misalnya yang dilakukan oleh Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman yang menyumbangkan gajinya selama 2,5 tahun menjabat untuk kegiatan sosial penanganan Covid-19. Hal itu dilakukan karena keadaan saat ini tidak bisa berharap banyak mengandalkan dana APBD.


"Saya lagi buat gebrakan untuk menggugah hati kepala daerah dan wakilnya secara personal untuk sumbangkan gajinya dan apapun yang mereka dapat dari negara. Saya ingin memberikan contoh supaya para pejabat dan kepala daerah ini tergugah hatinya," ucap Wabup Syamsul, Senin (6/4).

"Kalau dari anggaran APBD ada, tapi mungkin belum maksimal untuk menyentuh semuanya. Jadi karena saya sudah digaji oleh negara selama 2,5, nah makanya saya kembalikan ke masyarakat," tambahnya.

Syamsul menegaskan apa yang dilakukannya ini buka semata untuk kepentingan pribadi atau sekadar pencitraan. Apa yang dilakukannya ini hanya untuk meringankan beban masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi wabah yang telah mendunia beranama virus corona.

"Nyuwun sewu bukan riya. Saya dan istri sudah tak niatkan sumbangkan gaji selama 2,5 tahun menjabat untuk kegiatan sosial penanganan covid-19,” ungkap Syamsul.

Pria kelahiran Cilacap 35 tahun silam ini berharap apa yang dilakukannya itu bisa diikuti oleh seluruh kepala daerah di Indonesia. Dia yakin, jika hal ini terjadi maka penanganan Covid-19 semakin cepat dilakukan.

"Maksud saya untuk menggugah hati dan mengajak para kepala daerah dan wakilnya untuk sekarang gantian memberi kepada masyarakat," tandasnya.

Gebrakan Syamsul itu mendapat respons yang luar biasa dari masyarakat Cilacap. Uang sumbangan itu dialokasikan untuk penyemprotan disinfektan secara rutin di wilayah Cilacap. Kemudian untuk pembelian masker dan peralatan kesehatan untuk puskesmas dan rumah sakit.

"Sebagai tugas terdepan, puskesmas dan RSUD kita bantu makanan untuk tenaga medisnya. Sekarang pemerintah juga sudah mewajibkan memakai masker, kita juga sudah bagikan masker ke masyarakat," bebernya.

Rencananya, saat memasuki bulan Ramadhan, Syamsul akan menyediakan sembako untuk masyarakat guna meringankan dampak sosial dan ekonomi masyarakat di tengah pandemik ini.

"InsyaAllah memasuki bulan Ramadhan ini kita akan memberikan sembako buat masyarakat. Jadi memang bantuan ke masyarakat ini dilakukan secara bertahap," pungkasnya.

Pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 405 triliun untuk mengatasi pandemik ini, termasuk untuk mengalokasikannya ke seluruh provinsi hingga kabupaten/kota.

Setiap kabupaten/kota pun menerima tetesan anggaran tersebut namun tidak seberapa besar dibandingkan untuk perawatan dan pengentasan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya