Berita

Doni Monardo/Net

Politik

Soal Perbedaan Data Covid-19, Doni Monardo: Harus Satu Sumber

SENIN, 06 APRIL 2020 | 20:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua BNPB Doni Monardo angkat bicara soal perbedaan data penyebaran virus corona atau Covid-19 antara pemerintah pusat dan daerah.

Menurutnya, pemerintah meminta semuanya satu sumber data agar tidak ada lagi perbedaan.

"Menyangkut masalah Kapusdatin. Ini tadi malam sudah kami ingatkan supaya memang ada data yang masuk. Tetapi sekali lagi data ini harus satu suara, satu sumber," tegasnya saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VIII DPR RI melalui telekonferensi, Senin (6/4).


Purnawirawan TNI Angkatan Darat ini menguraikan, pihaknya bersama jajaran serta lembaga dan instansi terkait akan segera menyingkronkan data penyebaran Covid-19 di Tanah Air.

"Ini semuanya nanti akan diatur lebih lanjut oleh jurubicara pemerintah, dalam hal ini adalah Pak Achmad Yurianto," kata Doni Monardo.

"Jadi nanti paralel dari BPBD nanti akan kita gabungkan dengan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dan kita harapkan pada suatu ketika nanti data ini akan bertemu," imbuhnya menegaskan.

Sebelumnya, Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menyebut ada ketidaksinkronan data penyebaran Covid-19.

Dia menekankan data yang disampaikan BNPB adalah milik Kementerian Kesehatan. Meskipun BNPB, kata dia, punya data sendiri.

"Ya memang betul adanya. Saya juga belum tahu kenapa bisa tidak sinkron, tapi kita punya data dua-duanya," kata Agus dalam tayangan YouTube di channel Energy Academy Indonesia.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya