Berita

Proses pemakaman jenazah korban Covid-19/RMOL

Nusantara

Pemakaman Korban Covid-19 Tidak Berbahaya Bagi Warga Sekitar

SENIN, 06 APRIL 2020 | 16:44 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kekhawatiran masyarakat terhadap jenzah korban Coronavirus Disease (Covid-19) terjadi si berbagai daerah, seperti Depok, Jawa Barat, Lampung, Banyumas, Makassar dan beberapa lokasi lainnya..

Beberapa hari ini, warga Kabupaten Karawang dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan proses penguburan jenazah oleh petugas yang menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap.

Rumor yang beredar video di salah satu media sosial itu adalah proses penguburan warga Kabupaten Karawang yang meninggal akibat terjangkit Covid-19.


Menanggapi kabar itu, Juru bicara tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Karawang, dr. Fitra Hergyana memastikan bahwa setelah dimakamkan jenazah korban virus corona tidak membahayakan bagi warga sekitar.

“Hasil penelitian, virus corona tidak akan hidup, jika inangnya mati, inang tersebut dianalogikan sebagai pasien,” terang dr Fitra seperti dikutip dari Kantor Berita RMOL Jabar, Senin (6/6).

Masih kata dr. Fitra, prosesi pemulasaran jenazah korban virus corona memang dilakukan dengan prosedur sangat ketat, sesuai dengan standar World Health Organization (WHO). Proses pemandian jenzah korban corona, lanjutnya, dilakukan oleh tim tenaga medis khusus, dengan menggunakan APD lengkap.

”Setelah itu dilakukan disinfektan dan dibungkus oleh plastik, sehingga tidak menularkan (virus)” ujarnya.

Proses pemakamannya pun, tambah dr Fitra, ada prosedurnya. Oleh karena itu, dia mengimbau agar masyarakat tidak menolak pemakaman jenazah terinfeksi corona di daerahnya.

“Jenazah tidak akan menularkan virus jika sudah dimakamkan,” tandasnya.

Justru sebaliknya, dr. Fitra berharap masyarakat memberikan empati kepada jenazah dan keluarganya.

“Bayangkan apabila itu terjadi pada keluarga kita, sudah luka mendalam ditinggal orang tersayang, jangan tambahkan dengan stigma bisa menularkan. Mereka butuh dukungan dan dikuatkan oleh keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya