Berita

Dutabesar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-beom/RMOL

Dunia

TRUST, Strategi Jitu Korea Selatan Bangun Kepercayaan Publik Di Tengah Pendemik Virus Corona

SENIN, 06 APRIL 2020 | 16:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Korea Selatan adalah salah satu negara yang banyak dipuji atas penanganan pandemik virus corona baru.

Salah satu hal yang banyak diacungi jempol oleh banyak negara adalah tes secara massal yang dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan.

Pada dasarnya, Korea Selatan sendiri menganut 3T untuk mengatasi penyebaran virus corona, yaitu trace (lacak), test (tes), and treatment (perawatan).


Namun, di samping itu, Dutabesar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-beom juga mengungkapkan hal tersebut tidak lah bisa berjalan tanpa adanya kepercayaan publik.

Di mana Korea Selatan juga punya cara jitu untuk membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.

"Sebenarnya. Frasa yang paling tepat untuk menggambarkan strategi pemerintah adalah TRUST," ungkap Dubes Kim dalam kuliah umum yang digelar secara virtual pada Senin (6/4).

TRUST sendiri adalah akronim dari T untuk transparancy atau memberikan data yang transparan, R untuk robust the screening atau memperkuat skrining, U untuk universally applicable atau diaplikasikan secara nasional bahkan global, S untuk strict control atau pengetatan pengawasan, dan T untuk treatment atau perawatan.

"Itu adalah beberapa poin yang implementasikan oleh pemerintah Korea Selatan yang dipadukan dengan pendekatan yang menyeluruh," imbuh Dubes Kim.

Pendekatan menyeluruh artinya, Dubes Kim menjelaskan, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah melakukan koordinasi, bekerja sama, untuk membangun sistem menara kontrol dalam melawan Covid-19.

"Misalnya, ketika ada satu daerah yang kehabisan tempat tidur, kami akan meminta ke daerah untuk meminjamkan tempat tidurnya," jelasnya.

Dalam hal itu, pusat sendiri bertugas sebagai wadah komunikasi bagi tiap daerah untuk saling membantu dan berkoordinasi, pungkas Dubes Kim.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya