Berita

Ilustrasi/Net

Politik

BNPB Sebut Data Covid-19 Milik Pemerintah Pusat Bukan Yang Sebenarnya, Pengamat: Sejak Awal Masyarakat Sudah Tidak Percaya

SENIN, 06 APRIL 2020 | 13:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengakui bahwa data kasus positif pandemi virus corona atau Covid-19 yang disampaikan oleh pemerintah pusat bukan data yang sebenarnya.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo dalam diskusi virtual yang ditayangkan di YouTube Energy Academy Indonesia pada Minggu (5/4).

Menurut Agus, data yang disampaikan pemerintah pusat menggunakan data yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan yang disampaikan oleh Jurubicara percepatan penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.


Namun, data tersebut bukan data yang sesungguhnya sehingga data yang dimiliki pemerintah pusat kerap kali berbeda dengan pemerintah daerah.

Menanggapi itu, pengamat politik Universitas Telkom, Dedy Kurnia Syah menganggap sejak awal pemerintah pusat memang tidak dipercaya oleh masyarakat mengenai data yang disampaikan.

"Soal data ini sudah menjadi ketidakpercayaan umum sejak semula, publik menilai pemerintah tidak sungguh-sungguh berupaya menangani, karena lebih mementingkan urusan politis dibanding kemanusiaan," ucap Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (6/4).

Ketertutupan data tersebut, kata Dedi, sangat berbahaya jika terus dilakukan lantaran masyarakat tidak mendapat informasi yang jelas terkait perkembangan Covid-19 yang sebenarnya.

"Lebih lagi tidak semua masyarakat dapat menjalankan isolasi mandiri, ini juga yang berpotensi menggagalkan gagasan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pemerintah," pungkasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya