Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi Minta Pemeriksaan Tes Covid-19 Diprioritaskan Ke Orang-orang Beresiko, Ini Kriterianya

SENIN, 06 APRIL 2020 | 10:37 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk memprioritaskan pemeriksaan spesimen Covid-19 ke orang-orang yang beresiko tinggi tertular.

"Mengenai kecepatan, saya betul-betul minta agar tes PCR (polymerase chain reaction), pelaksanaan rapid test ini diberikan prioritas untuk orang-orang yang beresiko tinggi," ungkapnya dalam rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Indonesia Maju, via teleconference, Senin (6/4).

Beberapa kategori yang rawan penularan, disebutkan Jokowi adalah, petugas medis dan keluarganya, orang-orang yang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).


"Baik itu dokter dan keluarganya, sekali lagi untuk yang PDP, untuk yang ODP dan sekali lagi kecepatan pemeriksaan di laboratorium agar didorong lagi, diteken lagi agar lebih cepat," tutur Jokowi.

Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini berharap agar pemeriksaan spesimen dengan metode PCR dan rapid test bisa dipercepat. Hal ini menurutnya, diperlukan guna memetakan penyebaran pandemi global ini.

"Dan kita harapkan dengan kecepatan itu kita bisa mengetahui siapa yang telah positif dan siapa yang negatif," demikian Joko Widodo.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya