Berita

Foto/Net

Dunia

Setelah Malaysia Dan India, Pakistan Karantina 20 Ribu Orang Jamaah Tabligh

SENIN, 06 APRIL 2020 | 08:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pakistan telah mengkarantina 20 ribu jamaah dan masih melakukan tracing terhadap puluhan ribu orang lainnya yang menghadiri suatu pertemuaan kegamaan di Lahore pada bulan lalu.

Pada Minggu (5/4), pejabat berwenang mengatakan akan mengkarantina semua orang yang melakukan tabligh akbar yang diadakan oleh Jemaat Tablighi pada 10 hingga 12 Maret lalu guna menghentikan penyebaran virus corona baru.

Menurut panitia, ada lebih dari 100 ribu orang yang mengikuti tabligh akbar tersebut meski pemerintah telah meminta membatalkan acara tersebut.


Di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, pihak berwenang telah mengkarantina 5.300 orang yang menghadiri pertemuan Lahore.

"Pejabat kesehatan sedang melakukan tes untuk virus corona dan beberapa dari mereka dinyatakan positif," ujar jurubicara pemerintah provinsi, Ajmal Wazir seperti dimuat CNA.

Menurut Wazir, ribuan warganya yang mengikuti acara tersebut terdampar di wilayah lain karena adanya penutupan jalan raya utama di seluruh negeri.

Sementara itu di Punjab Lahore, sekitar 7.000 orang telah dikarantina, di Sindh sebanyak 8.000 orang.

Pada akhir Maret, pemerintah juga telah menutup masjid-masjid dan tempat ibadah lainnya.

Setidaknya, ada 154 jemaah yang mengikuti tabligh akbar yang telah dinyatakan positif terinfeksi virus corona dengan 2 orang meninggal dunia.

Jemaat Tabligh juga melakukan acara yang sama di Malaysia dan India yang menyebabkan infeksi virus corona kian meluas dan masif.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya