Berita

Khofifah Indar Parawansa/Net

Nusantara

38 Pasien Positif Covid-19 Di Jatim Sembuh, Persentase Kesembuhan Mencapai 20,3 Persen

MINGGU, 05 APRIL 2020 | 21:41 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pasien positif Covid-19 yang terkonversi negatif atau dinyatakan sembuh di Jawa Timur kembali bertambah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mengumumkan ada tambahan sebanyak 8 orang pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan bisa kembali ke keluarga.

Sebanyak 8 pasien yang sembuh tersebut adalah pasien Covid-19 dari Kota Surabaya sebanyak 4 orang, dan dari Kabupaten Malang sebanyak 4 orang.


Dengan begitu total pasien positif Covid-19 di Jatim yang dinyatakan sembuh sudah mencapai 38 orang atau 20,3 persen dari total kasus positif covid-19 di Jatim yang per hari ini mencapai 187 orang.

Jumlah pasien yang sembuh lebih tinggi dibandingkan pasien yang meninggal dunia. Per hari ini total pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di Jatim ada 14 orang, atau sebesar 7,4 persen dari total jumlah kasus.

“Tentu kita semua menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan baik para dokter, tenaga medik maupun paramedik, dan kepada semua yang sudah memberikan profesionalisme dan dedikasi terbaiknya untuk memberikan layanan merawat pasien baik yang positif Covid-19 maupun yang PDP,” ucap Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (5/4).

Per hari ini, Gubernur Khofifah mengatakan di Jawa Timur ada tambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 35 orang.

Tambahan tersebut terdapat di Kabupaten Ponorogo sebanyak 3 orang, di Kabupaten Lamongan 3 orang, di Kabupaten Sidoarjo 4 orang, di Kabupaten Kediri 3 orang, di Kabupaten Jombang 1 orang, di Kabupaten Bondowoso 1 orang.

Selain itu juga di Kabupaten Gresik 1 orang, di Kabupaten Malang 3 orang, Kabupaten Nganjuk 1 orang, di Kabupaten Situbondo 2 orang, di Kabupaten Tulungangung 5 orang dan Kota Surabaya 7 orang serta Kabupaten Pamekasan bertambah 1 orang.

Sehingga total kasus positif Covid-19 di Jatim per petang ini ada 187 orang, sedangkan untuk PDP sebanyak 926 orang dan ODP ada sebanyak 10.636 orang.  

Selain itu, Khofifah kembali mengimbau agar Dinas Kesehatan kabupaten kota maupun 75 rumah sakit rujukan yang sudah dibagi alat rapid test oleh Pemprov Jatim agar segera dipergunakan .

“Saya imbau kembali pada seluruh kepala Dinkes kabupaten/kota dan seluruh RS rujukan, dari rapid test yang sudah kami bagi sebanyak 16.600, tolong dipercepat penggunaannya sesuai kualifikasi yang sudah dibuat oleh tim kuratif  Pemprov Jatim,” tegas Khofifah.

Sebab sampai hari ini baru  6.263 rapid test yang sudah digunakan. Artinya masih ada sekitar 10.337 alat rapid test yang belum digunakan.

Ditegaskan mantan Menteri Sosial ini, dengan semakin dipercepat test cepat bagi masyarakat yang berisiko tinggi, maka Pemprov Jatim melalui gugus tugas bisa lebih cepat melakukan tracing.

”Misalnya dari yang sudah dilakukan rapid test 6.263, yang terkonfirmasi positif ada 145 orang. Yang kemudian dilakukan SWAB, terkonfirmasi hasil PCR nya ada 4 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Maka kepentingan kami adalah melakukan tracing dan melakukan percepatan SWAB PCR,” tegasnya.

Ditegaskan Gubernur Khofifah bagi mereka yang diketahui positif dalam rapid test, mereka harus direkomendasikan untuk tes SWAB PCR.

Tes tersebut dipastikan gratis, tepatnya yaitu jika hasilnya positif maka biaya ditanggung oleh pemerintah pusat, dan jika hasilnya negatif maka biayanya ditanggung oleh Pemprov.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya