Berita

Pemeriksaan suhu tubuh/Net

Dunia

Akibat Corona, Pendapatan Afrika Bisa Kehilangan 200 Miliar Dolar AS

MINGGU, 05 APRIL 2020 | 12:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Afrika diperkirakan akan mengalami penurunan pendapatan domestik bruto (PDB) sekitar 5 hingga 8 persen akibat pandemik virus corona baru.

Sebuah studi berjudul "Tackling Covid-19 in Africa" yang dirilis oleh McKinsey&Company mengungkapkan, ekonomi Afrika dapat mengalami kerugian sekitar 90 hingga 200 miliar dolar AS pada 2020.

Kerugian ini sebagian besar dipicu oleh pemotongan pengeluaran swastadan larangan bepergian, gangguan rantai pasokan, penurunan permintaan ekspor non-minyak, hingga penundaan dan pembatalan investasi asing.


Dan sebanyak 15 persen dikarenakan efek harga minyak.

"Afrika kemungkinan akan mengalami penundaan atau pengurangan investasi asing langsung (FDI) karena mitra dari benua lain mengalihkan modal secara lokal," jelas studi tersebut.

Menurut studi tersebut, beberapa negara di Afrika kemungkinan bisa mendapatkan dampak yang sangat buruk, kecuali Nigeria, Afrika Selatan, dan Kenya.

"Jika para pemimpin lintas sektor menerjemahkan tekad mereka yang sudah terbukti menjadi tindakan yang lebih bertarget dan kolaboratif dalam beberapa minggu mendatang, kami percaya mereka dapat membuat kemajuan yang signifikan dalam mengurangi dampak ekonomi dari pandemik ini," kata studi tersebut.

"Untuk membantu mereka melakukannya, kami menyarankan kerangka kerja pengorganisasian untuk tindakan," lanjut studi tersebut seperti yang dikutip AA.

Guna meminimalisir dampak buruk tersebut, studi tersebut menyarankan negara-negara Afrika untuk mengeluarkan paket stimulus.

Studi itu juga merekomendasikan "Dana Solidaritas Afrika" yang memungkinkan bisnis dan individu untuk berkontribui pada bantuan untuk rumah tangga.

Lebih lanjut, dana likuiditas untuk sektor swasta dapat didirikan untuk menawarkan hibah, pinjaman atau hutang untuk pertukaran modal untuk mendukung bisnis dan membatasi kehilangan pekerjaan.

Karena permintaan untuk alat pelindung diri terhadap virus meningkat, studi itu juga menyarankan pemerintah untuk membentuk platform bersama untuk pengadaan pasokan medis dan peralatan untuk memerangi pandemi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya