Berita

Ketua ProDem Iwan Sumule dan aktivis senior, Hariman Siregar/Net

Politik

ProDEM Bersama Said Didu Melawan Virus Anti Demokrasi Luhut Yang Lebih Berbahaya Dari Corona

MINGGU, 05 APRIL 2020 | 06:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Langkah Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengancam akan mempidanakan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Diru merupakan bentuk kedunguan dalam berdemokrasi.

Begitu terang Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menanggapi rencana Luhut mempidanakan Said Didu karena menyebut “pikiran Luhut hanya uang dibanding virus corona”.

Tindakan Luhut bukan saja langkah keliru, melainkan juga dapat membunuh demokrasi di negeri ini. Terlebih, para penguasa dan para pendukung umumnya menempuh jalan ini untuk menghadapi orang yang keras mengkritik.


Padahal apa yang disampaikan Said Didu juga ada dasarnya. Bagaimana tidak, ketika marak penyebaran virus corona, Luhut malah meminta bahkan terkesan mendesak agar tenaga kerja asing (TKA) China untuk kembali masuk dan bekerja ke Indonesia.

Bagaimana tidak, ketika virus corona menjadi pandemik global, Luhut malah sibuk mengurus investor-investor yang akan diajak untuk membantu dan meneruskan pembangunan ibukota baru, yang belum memiliki dasar atau pijakan hukum, ketimbang mengurus virus corona agar penyebarannya tidak meluas.

“Bahkan Luhut terkesan seolah menganggap remeh virus tersebut, dengan mengatakan "virus corona tak tahan dengan cuaca Indonesia”,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (5/4).

Bagi Iwan Sumule, pernyataan Luhut selalu kontroversial dan terlihat tidak berempati pada rakyat yang sedang ketakutan atas pandemik virus corona dan sedang kesusahan ekonomi.

Bertameng UU ITE, penguasa acapkali membuat rakyat takut, ditangkap, hingga dipenjarakan. Ketua DPP Partai Gerindra itu menilai ancaman kebebasan berbicara di era Jokowi sebenarnya lebih menakutkan dibanding ancaman virus corona.

“Kalau virus corona menyerang paru-paru, sementara virus anti demokrasi menyerang otak,” tegasnya.

Menyusutkan isi otak, lanjut Iwan Sumule, dapat membuat daya pikir menurun drastis. Sehingga dampak yang paling menakutkan adalah mereka yang terinfeksi virus anti demokrasi akan menjadi dungu.

Sedangkan mereka yang sudah terinfeksi virus corona bisa sembuh dengan sendirinya jika memiliki antibodi yang kuat.

“Akan tetapi mereka yang terinfeksi virus anti demokrasi, tidak ada antibodi dalam tubuh yang dapat melawan virus anti demokrasi ini,” ujarnya.

Paling berbahaya adalah ketika mereka yang terinfeksi virus anti demokrasi diberi kekuasaan atau memiliki kekuasaan negara. Sebab, mereka dapat membunuh hak-hak asasi, hak-hak yang paling dasar yang dimiliki setiap orang.

“Sehingga dengan tegas ProDEM menyatakan bersama Said Didu untuk melawan siapa saja yang ingin membunuh demokrasi dan merampas hak-hak dasar yang dimiliki setiap warga negara,” demikian Iwan Sumule.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya