Berita

Jokowi harus segera perbaiki kemampuan komunikasi para menterinya/RMOL

Politik

Agar Kepercayaan Masyarakat Ke Pemerintah Tak Menurun, Jokowi Diminta Perbaiki Komunikasi Para Pembantunya

MINGGU, 05 APRIL 2020 | 01:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mencatat sejumlah ketidaksinkronan antarpejabat negara dalam menyampaikan informasi terutama sejak awal pandemik Covid-19 di tanah air.

Mulai dari polemik 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Kendari Sulawesi Tenggara, yang mana pernyataan Staf Kemenaker berbeda dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marivest) Luhut Binsar Pandjaitan. Kemudian, pernyataan Jurubicara Presiden, Fadjroel Rachman, terkait imbauan mudik yang diralat Mensesneg Pratikno.

Ternyar, soal asimilasi napi kasus korupsi di mana Stafsus Presiden Dini Purwono memberi keterangan berbeda dengan Menkumham Yasonna Laoly terkait rencana revisi PP Nomor 99/2012.  


"Komunikasi publik pemerintahan seperti ini memprihatinkan dan harus dibenahi untuk menjaga kewibawaan pemerintahan," ujar Sekjen PPP, Arsul Sani, dalam keterangannya, Sabtu (4/4).

Menurut Arsul Sani, komunikasi yang paling parah adalah urusan 49 TKA China di Kendari, Sultra, yang menilai polemik. Arsul Sani mempertanyakan kenapa Menko Marivest Luhut Binsar Panjaitan yang turun tangan.  

"Sementara di kita soal sejumlah TKA China mendarat di Kendari saja kok yang bicara Menko Maritim dan Investasi, LBP?" katanya heran.

Lebih lanjut, Arsul Sani meminta Presiden Jokowi segera memperbaiki hubungan koordinasi dan komunikasi di antara para pembantunya dan lembaga terkait. Jika tidak, menurut Arsul Sani, hal ini bisa berdampak terhadap tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

"PPP melihat bahwa jika Presiden tidak serius membenahi komunikasi publik jajaran pemerintahan, maka tingkat kepercayaan masyarakat semakin turun," demikian Arsul Sani.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya