Berita

Enggal Pamukty/Net

Hukum

Tentang Class Action Yang Diajukan Enggal Pamukty, Ombudsman RI: Memang Pemerintah Sesat Fokus

JUMAT, 03 APRIL 2020 | 12:15 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Tindakan seorang pelaku UMKM Enggal Pamukty mengajukan gugatan class action atas kelalaian dan pembiaran yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi virus corona baru atau Covid-19 dibenarkan Ombudsman RI.

Gugatan itu diajukan Enggal ke PN Jakarta Pusat hari Rabu kemarin (1/4), dan telah terdaftar sebagai perkara hukum dengan nomor PN JKT.PST-042020DGB.

Di dalam gugatannya, Enggal menyesalkan sikap lalai dan cenderung menganggap remeh yang diperlihatkan pemerintah sejak awal virus corona baru yang mematikan ini menyebar dari Wuhan, Hubei, China.


Ia menyertakan bukti-bukti berupa print out berbagai pemberitaan yang mengutip pernyataan-pernyataan pemerintah yang dinilainya memperlihatkan indikasi kelalaian dan pembiaran.

Menurut anggota Ombudsman RI, Alvin Lie, langkah Enggal mengajukan gugatan class action sangat baik.

“Ini pembelajaran dalam partisipasi publik mengawasi pemerintah,” ujarnya.

Mengenai indikasi kelalaian dan pembiaran yang dilakukan pemerintah, Alvin Lie pun membenarkan.

“Memang mengabaikan dan meremehkan. Sesat fokus malah promosi pariwisata. Hingga awal Maret masih promo pariwisata. Bayar buzzers Rp 72 miliar,” urainya.

“(Pemerintah) over confident bahwa Indonesia kebal  Covid-19,” demikian tegas Alvin Lie.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya