Berita

Palestina/Net

Dunia

Sulitnya Palestina Mendapatkan Obat Dan Peralatan Medis Melawan Covid-19 Di Tengah Blokade Israel

KAMIS, 02 APRIL 2020 | 10:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Salah satu negara yang paling sulit untuk menghadapi wabah virus corona baru atau Covid-19 tidak lain adalah Palestina.

Di tengah corona yang kian merajalela, Palestina kesulitan mendapatkan obat-obatan karena blokade yang telah dilakukan Israel selama 13 tahun.

Jurubicara Kementerian Kesehatan Palestina, Esref al-Kudra mengatakan pihaknya terpaksa merawat pasien Covid-19 dengan kemampuan yang terbatas yang bahkan setiap harinya berkurang.


Menurut pernyataan Kudra, sekitar 43 persen dari obat-obatan, 25 persen dari bahan habis pakai medis, 65% dari persediaan laboratorium dan bank darah telah dikonsumsi.

Mereka juga kekurangan alat sterikisasi dan alat pelindung diri (APD).

Saat ini, Palestina sendiri mencatat hanya memiliki 63 ventilator dengan 78 tempat tidur ICU yang hampir tidak memenuhi kebutuhan pasien sehari-hari karena tingkat huniannya sampai 72 persen di rumah sakit.

Kudra pun mendesak otoritas lokal, regional, dan internasional untuk mengambil tindakan.

Ia juga mengaku telah mengajukan permohonan mendesak untuk 100 ventilator dan 140 tempat tidur ICU tambahan.

Dimuat AA, otoritas Palestina saat ini mengonfirmasi adanya 134 kasus infeksi corona di sana. Di mana 122 terdapat di Tepi Barat dan 12 di Jalur Gaza.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya