Berita

Pengusaha rental belum rasakan kebijakan Jokowi terkait angsuran kendaraan/Net

Bisnis

Belum Rasakan Kebijakan Penundaan Angsuran, Pengusaha Rental Mobil Mulai Menjerit

KAMIS, 02 APRIL 2020 | 08:59 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan aturan melalui Otoritas Jasa Keuangan, yakni Peraturan OJK (POJK), untuk menunda pembayaran angsuran kendaraan selama 1 tahun.

Namun aturan itu ternyata belum dirasakan oleh para pengusaha rental mobil. Seperti yang dikeluhkan Slamet Effendy, salah satu pemilik rental mobil di Pamulang, Tangerang Selatan.

Slamet menuturkan, pertanggungan terhadap leasing merupakan hal yang paling berat di saat situasi darurat Covid-19. Terlebih, sudah ada imbaun untuk diam di rumah.


"Yang paling berat itu pertanggungan kita ke leasing atau Bank, sudah jelas kita enggak mampu. Semua pengusaha rental mobil keluhannya sama, jadi bagaimana kebijakan dari pada perbankan atau lembaga keuangan?" tutur Slamet, Rabu (1/4).

Menurutnya, kebijakan pemerintah melalui Peraturan OJK (POJK) untuk menunda pembayaran angsuran kendaraan selama 1 tahun belum sepenuhnya dijalankan oleh leasing.

"Pemerintah telah mengeluarkan relaksasi atau penundaan angsuran, tetapi jasa keuangan seperti leasing belum mengambil kebijakan, ini yang kita sayangkan. Kami pengusaha transportasi berharap ada imbauan atau ada petunjuk teknis langsung pengurangannya seperti apa, penundaannya seperti apa. Kami harap OJK yang bisa memberikan arahan kepada leasing," harapnya.

Bahkan, Slamet yang sudah berkecimpung di usaha transportasi cukup lama, berharap pemerintah dapat memberikan keringanan waktu untuk membayar kepada leasing hingga situasi normal kembali.

"Kami harapkan, adalah petunjuk langsung pemerintah bagaimana pemerintah membantu keringanan kami, agar diberikan tenggang waktu mungkin sampai situasi ini membaik. Misalkan pembayaran bisa mundur gitu dan tidak ada embel lain-lain," jelas Slamet, dikutip Kantor Berita RMOLBanten.

"Pemerintah saat ini ngambang (kebijakannya), jadi leasing masih bisa ngeles. Jadi mohon dengan sangat, ada kebijakan yang pro kepada pengusaha transportasi," pintanya.

Untuk diketahui, akibat pandemik Covid-19 ini, usaha Slamet merugi hampir 99,9 persen. Jika pada hari biasa, dalam jangka waktu seminggu mobil yang disewakannya laris manis kini mobil-mobilnya hanya dipajang di garasi.

"Biasanya yang harian itu kalau weekend mobil sampai kurang unit. Sekarang, seminggu sekali aja belum tentu ada order. Satu itu kadang-kadang, bahkan enggak ada sama sekali. Kerasa banget, jangankan untuk bayar leasing," kata Slamet.

Slamet pun mengaku pendapatannya yang bisa mencapai Rp 15 juta hingga 25 juta tiap minggu, hilang. Dan, untuk mendapatkan Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta pun kini sangat sulit.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya