Berita

Ray Rangkuti/RMOL

Politik

Kok Data Kematian Covid-19 Jubir Corona Dengan Anies Beda?

SELASA, 31 MARET 2020 | 15:24 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pandemik coronavirus disease (Covid-19) di Indonesia telah mengancam hajat hidup masyarakat Indonesia. Sebab hingga kini, angka kematian karena infeksi virus ini terus bertambah.

Namun sayangnya, data angka kematian yang dijabarkan otoritas pemerintah berbeda-beda.

Hal ini terlihat dari apa yang disampaikan pemerintah pusat lewat Jurubicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, dengan Pemerintah Daerah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.


Hingga Senin (30/3) kemarin, Achmad Yurianto menyebutkan angka kematian Covid-19 sebanyak 122 orang.

Sementara Anies Baswedan menyebutkan, berdasarkan data Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, jumlah pemulasaran dan pemakaman jenazah sesuai prosedur tetap (protap) Covid-19 adalah sebanyak 283 jiwa.

Persoalan inilah yang dipertanyakan oleh Pengamat Politik dari Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti.

"Semestinya yang dipastikan itu cara hitungnya seperti apa. Kalau DKI itu kan per proses, kalau dia meninggal kemudian pemakamannya dilakukan ala covid ya kira-kira itu positif covid-19," kata Ray Rangkuti saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (31/3).

"Tapi kita enggak tau versi pemerintah pusat seperti apa. Karena memang harus diakui juga dibeberapa tempat, ada yang sebetulnya tidak punya (kasus) penyakit covid dimakamkan dengan cara covid juga," sambungnya.

Lebih lanjut, Ray Rangkuti menilai ada ketidaksesuaian data antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. "Harus diakui kurang koordinasi ini efek dari keterlambatan pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur mencegah Covid-19 ini, karena anggap enteng kan pada awalnya," ungkap Ray Rangkuti.

"Nah, begitu daerah maju melangkah sendiri baru mereka sibuk sendiri. Dan saya kira menajemen krisisnya sampai sekarang belum betul solid," dia menambahkan.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya