Berita

Presiden Joko Widodo

Politik

Jokowi Minta Mobilitas Dari Malaysia, Eropa, Dan Amerika Serikat Dikendalikan Seperti Arus Mudik

SELASA, 31 MARET 2020 | 14:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebanyak 202 negara di seluruh dunia telah terjangkit virus corona baru. Epicentrum Covid-19 pun telah berganti dalam sepekan terakhir, dari sebelumnya di China ke Amerika Serikat dan Eropa.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa sejumlah negara yang berhasil mendatarkan kurva sebaran Covid-19 kini dihadapkan tantangan baru. Tantangan itu adalah datanya kasus Covid-19 baru dari luar negeri

"RRT, Korea Selatan, dan Singapura saat ini banyak menghadapi imported cases, kasus-kasus yang dibawa dari luar negeri," kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas yang digelar secara telekonferensi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (31/3).


Atas alasan itu, Presiden Joko Widodo ingin agar arus mobilitas antar negara turut dikendalikan seperti arus mudik di dalam negeri. Terutama bagi arus mobilitas yang berisiko membawa pandemik Covid-19.

Salah satunya arus kembalinya warga negara Indonesia (WNI) dari beberapa negara seperti Malaysia. Ini lantaran menyangkut jumlah WNI yang tidak sedikit.

Jokowi mengaku mendapat laporan bahwa dalam beberapa hari ini, setiap hari ada kurang lebih 3 ribu pekerja migran yang kembali dari Malaysia.

“Selain pekerja migran di Malaysia, kita juga harus mengantisipasi kepulangan dari para kru kapal, pekerja ABK yang ada di kapal, perkiraan kita ada kurang lebih 10 ribu sampai 11 ribu ABK. Ini juga perlu disiapkan dan direncanakan tahapan-tahapan untuk men-screening mereka," paparnya.

"Terkait kembalinya WNI dari luar negeri, prinsip utama yang kita pegang adalah bagaimana kita melindungi kesehatan para WNI yang kembali dan melindungi kesehatan masyarakat yang berada di Tanah Air," tegas Jokowi.

Tidak hanya dari Malaysia, pergerakan dari Amerika Serikat dan Eropa juga diminta untuk diatur.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya