Berita

Ichsanuddin Noorsy/Net

Politik

Ichsanuddin Noorsy: Nyawa Rakyat Kecil Sedang Terancam, Setop Dulu Bayar Utang Rp 646 triliun

SELASA, 31 MARET 2020 | 14:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia sudah barang tentu memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan. Utamanya, bagi masyarakat berupah harian.

Bagaimana tidak, kebijakan social distancing atau pembatasan kegiatan sosial yang diterapkan pemerintah, mengharuskan masyarakat bekerja dari rumah, sekolah dari rumah, dan beribadah dari rumah.

Hal ini berimbas kepada industri non formal seperti perusahaan transportasi, pedagang dan juga pekerja lepas harian. Sudah barang tentu jaminan penghidupam sehari-hari mereka juga tersendat karena kebijakan tersebut.


Bahkan kini bisa dikatakan, ancaman kematian bukan hanya disebabkan karena virus corona saja, tapi juga kematian karena kelaparan.

Hal inilah yang disoroti oleh pengamat ekonomi politik Ichsanudin Noorsy, saat berbincang bersama Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (31/3).

"Yang dihadapi sekarang oleh masyarakat kecil, persoalannya adalah mati karena kelaparan atau mati karena bencana kesehatan. Seperti ojek dan segala macam yang kerja harian itu berhadapan dengan itu sekarang," ujar Ichsanuddin Noorsy.

Untuk itu, mantan anggota DPR RI tahun 1997-1999 ini mengatakan, jaminan hidup masyarakat Indonesia saat ini berada di tangan Presiden Joko Widodo.

"Itu berarti harus kembali ke penyelesaian kekuasaan presiden," tegasnya.

Hal pertama yang menurut Ichsanudin Noorsy mesti dilakukan Presiden Jokowi ialah menyetop pembayaran pokok dan bunga utang negara yang sejumlah Rp 646 triliun.

"Dunia mengakui bahwa sekarang ada bencana internasional. Berarti pembayaran pokok dan bunga utang luar negeri, termasuk dengan obligasi, itu bisa kita tunda. Itu berarti kita punya duit di satu sisi," beber pria yang akrab disapa Ichan ini.

Kemudian di sisi yang lain, pemerintah juga sudah semestinya menghentikan alokasi anggaran untuk belanja pembangunan. Misalnya dana pembangunam infrastruktir dan pemindahan ibu kota baru.

"Belanja-belanja yang sifatnya tidak perlu itu dihentikan saja," kata akademisi Universitas Airlangga ini.

"Termasuk mungkin belanja barang, bukan hanya belanja modal, tapi belanja barang kita hentikan saja. Kenapa? Karena orang bisa mati karena kelaparan atau mati karena bencana kesehatan," demikian Ichsanudin Noorsy. 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya