Berita

Melki Laka Lana/Net

Politik

Pemerintah Pilih Terapkan PSBB, Golkar: Penyelamatan Harus Pikirkan Semua Aspek

SELASA, 31 MARET 2020 | 12:46 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah telah mengambil langkah untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Darurat Sipil guna menekan penyebaran wabah Covid-19.

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Golkar, Melki Laka Lena, mencermati langkah pemerintah dengan akan melakukan PSBB dan Darurat Sipil semata-mata untuk menyelamatkan rakyat. Selain itu, pemerintah juga memikirkan aspek lain yang juga harus diperhatikan.

“Karena ini sudah wabah, jadi yang diperhatikan pemerintah bukan hanya sekadar aspek kesehatan semata. Tapi juga ada aspek lain yang diperhatikan seperti aspek sosial, ekonomi, budaya. Dengan dilakukan PSBB dan Darurat Sipil ini akan menyelamatkan dan mengamankan ekonomi, sosial, juga budaya,” ujar Melki kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (31/3).


Melki pun memaklumi langkah pemerintah melalui kebijakan PSBB ini karena dampaknya akan dirasakan oleh berbagai aspek.

“Kita juga harus memahami (kenapa) langkah PSBB itu diambil dan bisa memaklumi bahwa usaha ini untuk menekan penularan secara maksimal. Aspek utamanya kesehatan berjalan, sekaligus juga aspek sosial budaya. Jangan sampai itu kemudian mati atau tidak bergerak,” paparnya.

Menurutnya, selama ini langkah jaga jarak atau social distancing, dengan menutup berbagai aktivitas masyarakat telah diterapkan dan dilakukan secara baik oleh pemerintah dan masyarakat.

“Semua sudah berjalan dan dikerjakan, nah perlu dilakukan lebih tegas, ketat dan disiplin lagi dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar ini,” demikian Melki.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya