Berita

Aktivis/Net

Politik

Wahai Aktivis, Keadilan Rakyat Sudah Tidak Jadi Mimpi Indah Kalian Lagi Kah?

SELASA, 31 MARET 2020 | 11:19 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah telah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diikuti dengan darurat sipil menuai banyak kecaman. Ini lantaran nasib rakyat akan diabaikan dalam penanganan Covid-19 dan kekuasaan pemerintah menjadi otoriter.

Atas alasan itu, Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule mencoba membangunkan para aktivis yang masih banyak tertidur untuk bersatu menyuarakan keadilan rakyat.

“Kita sedang darurat aktivis, bukan darurat sipil,” tuturnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (31/3).


Dia menguraikan bahwa selama ini aktivis ProDEM selalu terdepan dalam melakukan perubahan dan melawan ketidakadilan. Hanya saja, gerakan itu tidak cukup. Butuh gerakan yang lebih besar agar pemerintah bisa mendengar dan menjalankan perubahan demi rakyat.

Menurutnya, para aktivis sudah terlalu lama berdiam diri melihat ketidakadilan dan penindasan yang terjadi di bumi pertiwi. Mayoritas terninabobokan oleh jabatan-jabatan sebagai lingkaran istana.

“Kita dibuat lupa dengan mimpi-mimpi perjuangan yang pernah kita lakukan, dan belum terwujud, belum bisa kita wujudkan,” terangnya.

“Penindasan dan ketidakadilan masih saja marak terjadi di republik ini. Keadilan dan kesejahteraan rakyat tak lagi jadi mimpi indah yang harus dinyatakan,” tekan Iwan Sumule yang ingin aktivis bangun.

Dia meminta kepada aktivis yang masih tertidur untuk bisa bermimpi kembali tentang perjuangan yang belum diwujudkan. Sedang yang sudah bangun, harus bersatu dalam perjuangan agar mimpi keadilan terwujud.

“Wujudkan keadilan dan kemakmuran rakyat. Saatnya!” tutup Iwan Sumule.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya