Berita

Jokowi saat di perairan Natuna/Net

Politik

Pakar: Yang Kita Hadapi Ini Wabah Penyakit, Kenapa Kayak Mau Perang

SELASA, 31 MARET 2020 | 09:51 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Wabah virus corona telah menggerogoti persendian ekonomi tanah air hingga hampir lumpuh. Pemerintah Indonesia pun tak berdaya, memberikan kompensasi untuk rakyatnya dengan menerbitkan darurat sipil.

Begitu kata pakar ekonomi dari Institute Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menyampaikan kegusarannya terhadap pemerintah yang lebih memilih darurat sipil dibandingkan karantina wilayah.

“Kalau dari aspek kesehatan pemberhentian penyebaran virus dulu. Ekonomi nanti dimitigasi, mungkin itu presiden tidak ada informasi kajian ekonomi itu pasti ada salah. Yang membisikan itu salah ke presiden,” ujar Enny kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (31/3).


Menurutnya, dampak ekonomi pasti akan dirasakan oleh pemerintah atas merebaknya virus corona ini. Namun, pemerintah diingatkan untuk tetap peduli terhadap rakyat.

“Pertama saya enggak tahu ya, di dalam kamus besar bahasa Indonesia susah ketemunya, enggak jelas artinya dalam tatanan hukum Indonesia, itu ada di Perppu 23/1959 tentang Darurat Sipil seperti mau perang,” katanya.

Enny mengatakan saat ini Indonesia tengah perang terhadap sebuah penyakit yang tidak terlihat secara zahir. Hendaknya kebijakan yang diambil bukan memberlakukan darurat sipil seperti akan perang militer.

“Yang kita hadapi sekarang ini, wabah penyakit. Kenapa mengeluarkan darurat sipil? Saya enggak ngerti. Ini sedang darurat perang atau darurat apa? Ini masalah kesehatan atau apa?” ujarnya bertanya-tanya.

Menurut Enny, seharunya yang dipakai pemerintah cukup UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Tidak perlu Jokowi dan jajaran mencari-cari perppu lama untuk menjadikan dasar mengambil kebijakan.

Dengan memberlakukan darurat sipil, sambungnya, pemerintah terkesan lepas tangan dan tidak bertanggung jawab terhadap nasib ratusan juta rakyat Indonesia.

“Dari kemarin semua pihak kompak bersatu melawan corona. Panglimanya malah ke mana-mana. Kalau kita perang melawan penyakit, mestinya panglimanya kesehatan, bukan hal lain,” bebernya.

Mengenai ekonomi Indonesia bakal rontok jika memberlakukan karantina wilayah, Enny menegaskan seluruh aspek pasti akan terdampak terutama ekonomi. Namun, seharusnya pemerintah mengesampingkan itu dahulu dan lebih menyelematkan nyawa rakyat.

“Kajian kesehatan dulu yang diutamakan menyelamatkan nyawa rakyat, dampak ekonomi nanti dimitigasi, jangan ke balik, kajiannya nanti bisa salah,” bebernya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya