Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Pengamat Militer: Darurat Sipil Bisa Digunakan Jika Karantina Wilayah Diberlakukan Dan Ada Potensi Gangguan Keamanan

SELASA, 31 MARET 2020 | 02:05 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo bisa menggunakan UU Darurat Sipil jika terjadinya ancaman setelah menetapkan status karantina wilayah.

Pengamat Militer Institute for Security And Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi mengatakan, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan karantina wilayah terdapat pada UU 6/2018 tentang kekarantinaan kesehatan.

"Pembatasan sosial dan karantina wilayah itu bentuk respon kedaruratan kesehatan masyarakat sebagaimana diatur oleh UU 6/2018," ucap Khairul Fahmi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (30/3).


Namun, kedua hal tersebut kata Khairul Fahmi, memiliki konsekuensi yang berbeda. Karantina wilayah terdapat di Bab VII Penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan di Wilayah Bagian Ketiga Pasal 53 hingga Pasal 55 UU 6/2018.

Sedangkan PSBB berada di Bab VII Bagian Kelima Pasal 59 UU 6/2018.

"Penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan di wilayah itu dapat berupa rumah, area maupun rumah sakit. Dan itu berbeda dengan pembatasan sosial skala besar sebagai bentuk respon kedaruratan masyarakat yang juga diatur dalam UU yang sama," jelasnya.

Khairul Fahmi melanjutkan, PSBB maupun karantina wilayah pun dibutuhkan Peraturan Pemerintah (PP) jika Pemerintah Pusat benar-benar menganggap Pandemi Covid-19 merupakan darurat kesehatan sesuai dengan Pasal 60 UU 6/2018.

"Kalau merujuk pada ketentuan UU 6/2018 ya begitu (dibutuhkan PP). Tapi itu kan dalam situasi normal. Kita lihat saja, regulasi apa yang akan digunakan atau diterbitkan sebagai landasan operasionalnya," kata Khairul.

Pada Pasal 60 UU 6/2018 berbunyi "Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria dan pelaksanaan Karantina Rumah, Karantina Wilayah, Karantina Rumah Sakit dan Pembatasan Sosial Berskala Besar diatur dengan Peraturan Pemerintah".

Sehingga kata Khairul, apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo maupun Jubir Presiden Fadjroel Rachman belum berlaku lantaran Presiden Jokowi belum mengeluarkan PP.

"Itu pidato sudah ada pernyataan hukumnya belum? Kalau sudah ada ya berlaku. Kalau belum ada ya kita tunggu," terangnya.

Terkait dengan wacanan akan menggunakan UU Darurat Sipil jika terjadinya situasi yang buruk, kata Khairul, Presiden Jokowi terlebih dahulu harus menetapkan status karantina wilayah.

"Tepatnya (UU Darurat Sipil digunakan) jika Karantina Wilayah diberlakukan, terdapat potensi gangguan keamanan yang meluas, hambatan dalam penyediaan logistik maupun pengelolaan sumber daya, yang sulit dikendalikan dengan instrumen normal," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya