Berita

DR. Rizal Ramli/Ist

Politik

Wacana Darurat Sipil, Rizal Ramli: Aneh Luar Biasa

SENIN, 30 MARET 2020 | 22:10 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Presiden Joko Widodo telah menyimpulkan bahwa format untuk menghadapi virus baru corona atau Covid-19 ini adalah dengan pembatasan sosial skala besar (PSSB).

Dalam keterangannya sore tadi (Senin, 30/3), Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19), Doni Monardo, mengatakan bahwa PSSB itu mengacu kepada tiga dasar hukum, yaitu UU 24/2007 tentang Bencana, UU 6/2018 tentang Kesehatan, dan UU 23/1959 tentang Keadaan Bahaya, dalam hal ini adalah darurat sipil.

Pengunaan UU 23/1959 tentang Keadaan Bahaya itu disesalkan kelompok masyarakat sipil. Selain dianggap tidak menjawab persoalan, penggunaan UU itu dianggap sebagai ekspresi dari keinginan pemerintah memberangus demokrasi.


Ekonom senior dan mantan Menko Maritim dan Sumber Daya Dr. Rizal Ramli termasuk yang kaget mendengar Presiden Jokowi mempertimbang status darurat sipil.

Menurut Rizal yang punya hubungan baik dengan Jokowi, ini adalah hal yang luar biasa.

Dalam twitnya, ia menyenggol akun Twitter Presiden Jokowi.

“Wah aneh luar biasa, opo toh Presiden
@jokowi?” tanya Rizal.

“Rakyat sedang darurat kesehatan, darurat takut ndak makan, darurat kepercayaan, kok ujuk2 mau darurat sipil?” tanya dia lagi.

Dia mempertanyakan, apakah itu adalah alat untuk mempertahankan kekuasaan.

“Ampun deh,” demikian Rizal Ramli.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya