Berita

Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau pos penyemprotan disinfektan di Bangkalan, Madura/ISt

Nusantara

Cegah Penyebaran Covid Di Madura, Jembatan Suramadu Dipasang Disinfektan Drive Thru

SENIN, 30 MARET 2020 | 11:31 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Penyemprotan disinfektan drive thru di pintu keluar kawasan Madura mulai diberlakukan pada Minggu sore kemarin (29/3). Sementara penyemprotan disinfektan untuk arus masuk diberlakukan Senin sore ini (30/3).

Adapun pemeriksaan kendaraan dan penumpang sebelum pintu masuk Suramadu dari Surabaya sudah dilakukan sejak Kamis (26/3). Kini, setiap kendaraan yang keluar maupun masuk ke kawasan Madura harus disemprot disinfektasi untuk mencegah penyebaran virus corona.

Demikian disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ketika meninjau persiapan pos drive thru disinfektan di pintu masuk Jembatan Suramadu sisi Bangkalan, Minggu (29/3).


Saat ini di Pulau Madura sudah terdapat satu  kasus positif Covid-19, sebanyak 309 orang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan dua orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Langkah ini kita ambil supaya masyarakat mendapatkan pemeriksaan secara berlapis selain yang dilakukan di terminal kabupaten sebagai antisipasi pencegahan penyebaran  Covid-19,” kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan, Pangdam V Brawijaya serta Ketua Gugus Tugas Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono.

Tak hanya di Bangkalan, di pintu masuk Jembatan Suramadu di Kota Surabaya juga dilakukan penyemprotan disinfektan drive thru.

Kendaraan angkutan umum yang membawa rombongan juga dilakukan penyemprotan disinfektan dan seluruh penumpang diminta turun, dicek suhu tubuh dan disemprot disinfektan di baju atau tas bawaan mereka.

“Mobil yang melintas langsung disemprot secara sensorik. Jadi tidak manual hal ini agar lebih efektif dan lebih cepat .  Baik yang dari Surabaya akan ke Madura maupun  sebaliknya. Lalu juga di pintu keluar masuk dari luar provinsi  juga kita terapkan hal yang sama,” tegas Khofifah.

Lebih lanjut Gubernur perempuan pertama Jatim ini mengimbau masyarakat Madura yang tengah merantau di luar Madura, khususnya yang dari Jakarta, Jateng, Jabar maupun daerah terjangkit lain, agar menunda mudik lebaran Idul Fitri.

Demi kebaikan bersama dan keselamatan keluarga di kampung halaman dari bahaya wabah Covid-19, Khofifah mengimbau perantau asal Madura agar tetap tinggal di tempat perantauannya masing-masing.

“Kita imbau masyarakat yang sedang di Jakarta, mereka yang merantau, pelaku UMKM yang terdampak covid-19, kami minta untuk kebaikan kita bersama, tetaplah tinggal di rumah. Kalaupun ingin kembali mudik, tundalah sampai Idul Adha atau saat wabah sudah berhenti penyebarannya,” pinta Khofifah.

Menurutnya solusi tidak mudik atau menunda mudik lebaran menjadi solusi terbaik yang saat ini bisa diambil guna mencegah penyebaran virus corona yang kini menjadi bencana nasional non alam.

Kalaupun sudah ada penduduk yang sudah terlanjur mudik ke daerah, maka Gubernur Khofifah meminta agar setiap RT RW setempat melakukan pendataan dan melakukan pemantauan.

“Dan kami sudah meminta pemerintah kabupaten kota agar juga menyiapkan ruang ruang observasi. Dan saya meminta kabupaten kota mulai bupati, camat, kepada desa dan forkopimda untuk melakukan tracing bagi mereka yang baru pulang dari daerah terjangkit untuk diobservasi selama 14 hari. Kami harap seluruh keluarga juga memaklumi langkah ini,” kata Khofifah.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah juga memastikan tidak ada lockdown di Madura. Kita melakukan tertib physical distancing pada jalan tertentu jam tertentu. Ia kembali menegaskan bahwa lockdown adalah kewenangan pemerintah pusat.

Hingga Minggu sore (29/3) sore, di Jawa Timur terdapat 90 orang yang dinyatakan positif Covid-19, 336 orang PDP, dan 5.071 orang ODP. Selain itu 13 orang dari total kasus positif dinyatakan sembuh dan 7 orang meninggal dunia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya