Berita

Peta ibukota baru/Net

Politik

Fraksi PKB: Pilkada Hingga Pemindahan Ibukota Harus Ditunda, Fokus Tangani Virus Corona!

SENIN, 30 MARET 2020 | 03:55 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Penanganan wabah virus corona atau Covid-19 yang semakin meluas harus ditangani dengan fokus agar hasilnya bisa maksimal.

Atas dasar itulah, anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nashim Khan meminta pemerintah menunda beberapa agenda nasional, termasuk gelaran Pilkada Serentak 2020 dan fokus menangani virus corona.

"Agenda nasional seperti pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020, pekan olahraga nasional (PON), rencana pemindahan ibukota, dan agenda lainnya sebaiknya ditunda dulu untuk sementara. Kita fokus menangani wabah virus corona," ujar Nasim Khan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/3).


Untuk teknis penundaannya, jelasnya, bisa dibahas pemerintah bersama dengan DPR RI dan lembaga terkait. Saat ini, yang paling utama adalah penanganan virus corona, bukan sekadar sisi kesehatan, melainkan juga sektor ekonomi, keamanan, pangan, politik, dan lain-lainnya.

Seperti sektor ekonomi, hal ini harus benar-benar dipikirkan agar tidak berujung pada krisis ekonomi. Terutama dalam mempersiapkan ketersediaan pangan agar tidak ada gejolak terkait pemenuhan kebutuhan pokok di masyarakat.

"Maka harus ada perencanaan matang terkait pemenuhan bahan pangan, pasar perdagangan, industri, koperasi semua harus maksimal. Apalagi sebentar lagi masuk bulan ramadhan kemudian lebaran. Harus disiapkan dari sekarang," jelasnya.

Di sisi lain, Komisi VI DPR juga akan melakukan kroscek kesiapan BUMN dalam menunjang program-program pemerintah, khususnya terkait pengadaan dan penyiapan kebutuhan untuk menangani bencana Covid-19.

Untuk sisi kesehatan, ia mengingatkan semua rumah sakit, terutama yang sudah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan harus mau menerima pasien ataupun yang diduga terjangkit Covid-19.

"Rumah sakit wajib menerima pasien, jangan sampai ditolak seperti yang terjadi sekarang. Karena RS dan tenaga medis, apa pun kondisinya lebih mengerti dan bisa mengatasi masalah medis meski banyak risiko," tutup Wakil Bendahara Umum DPP PKB ini.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya