Berita

Presiden KSPI, Said Iqbal/RMOL

Politik

KSPI Ancam DPR Tak Bahas Omnibus Law Di Tengah Corona, Kalau Ngeyel Buruh Akan Turun Ke Jalan

MINGGU, 29 MARET 2020 | 20:27 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Rencana DPR RI yang akan menggelar rapat paripurna yang kemungkinan akan membahas omnibus lawa RUU Cipta Kerja pada 30 Maret ditentang serikat buruh.

Jika DPR tetap membahas RUU tersebut, buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengancam akan kembali turun ke jalan.

"Bila DPR mengabaikan permintaan para buruh, buruh akan turun ke jalan untuk melakukan aksi besar-besaran menolak RUU Cipta Kerja. Kami tak peduli dengan adanya larangan unjuk rasa di tengah pandemik corona,” ujar Presiden KSPI, Said Iqbal lewat keterangan tertulisnya, Minggu (29/3).


Alih-alih membahas soal omnibus law, ia meminta agar DPR fokus mengatasi pandemik virus corona yang saat ini terus berkembang. Said Iqbal mengingatkan, ratusan ribu buruh saat ini terancam PHK akibat adanya virus dari Wuhan, China ini.

Gelombang PHK tersebut dipicu 4  faktor. Pertama, ketersediaan bahan baku di industri manufaktur yang mulai menipis. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, menurunnya kunjungan wisatawan ke destinasi pariwisata, dan anjloknya harga minyak serta indeks saham gabungan.

Oleh karena itu, ia menegaskan persoalan virus corona lebih urgent dibanding omnibus law.

"DPR RI dan pemerintah fokus mencari jalan berkenaan dengan adanya darurat PHK bagi para buruh. Misalnya dengan membuat kebijakan bahan baku impor dipermudah masuk, menstabilkan nilai tukar rupiah, menurunkan harga BBM dan gas industri di tengah anjloknya hargga minyak mentah dunia, dan pemberian insentif bagi  industri yang terdampak,” jelasnya.

Agenda pembahasan omnibus law cipta kerja di tengah Covid-19 juga dianggap melukai hati para buruh.

"Sekali lagi, KSPI meminta agar sidang paripurna 30 Maret tidak mengagendakan pembahasan RUU Cipta Kerja. Bahkan bila perlu RUU Cipta Kerja tersebut didrop dari Prolegnas Tahun 2020," tutupnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya