Berita

Jusuf Kalla/Net

Politik

Pesan JK Kepada Doni Monardo: Jangan Berpikir Yang Gampang-gampang

MINGGU, 29 MARET 2020 | 16:31 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penanganan virus corona atau Covid-19 harus benar-benar dilakukan dengan cepat oleh pihak yang berwenang.

Hal itu disampaikan mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) kepada Ketua Tim Gugus Tugas Percepata Covid-19, Doni Monardo beserta jajarannya.

"Kita bayangkan yang terjelek. Kita bayangkan Italia atau Iran. Jangan berpikir yang gampang-gampang. Jadi logis," kata JK dalam sebuha video berdurasi 4 menit 30 detik yang beredar, Minggu (29/3).


Ketua Umum PMI ini juga meminta Doni Monardo dan anak buahnya berani memasang target dalam menghadapi wabah mematikan asal Wuhan, China ini.

Hal itu lantaran jika lengah atau lalai dalam melakukan penanganan, maka akan semakin banyak masyarakat yang terjangkit atau bahkan tidak terselamatkan.

"Jadi kita harus keras memberikan target. Tapi Menteri Keuangan juga harus keras keluar duitnya. Ini soal waktu, jangan karena tandatangan, telat satu hari, artinya mati 40 orang lagi," tegas JK.

JK turut berpesan agar semua ormas khususnya ormas keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah saling berkoordinasi dengan memiliki gerakan yang sama dalam membantu pemerintah menangani wabah corona.

Tak lupa, JK juga meminta kepada pengelola pusat perbelanjaan baik mal ataupun toko-toko untuk melakukan penyemprotan secara berkala di setiap harinya.

"Kita meminta kepada komandan untuk mengatur waktu cepat, mengatur logistik dengan betul. Kita jaga bangsa ini dengan betul," tandasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya