Berita

Jurubicara pemerintah dalam penanganan corona, Achmad Yurianto/Net

Politik

'Yang Kaya Dan Miskin' Sangat Tendensius, Tak Sepantasnya Keluar Dari Mulut Jubir Pemerintah

MINGGU, 29 MARET 2020 | 16:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pernyataan kontroverisial Jurubicara pemerintah dalam penanganan corona, Achmad Yurianto yang menggunakan istilah 'yang kaya dan yang miskin' dinilai sangat diskriminatif dan memukul psikologi masyarakat ekonomi rendah.

“Sebagai juru bicara pemerintah, tidak sepantasnya menyampaikan hal itu,” kata Direktur Eksekutif PolcoMM Institute, Heri Budianto kepada wartawan, Minggu (29/3).

Dalam konferensi pers, Achmad Yurianto meminta kepada semua pihak saling membantu, di mana yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup wajar, serta yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya. Pernyataan ini dinilai tidak tepat disampaikan olehnya yang berkedudukan sebagai perwakilan pemerintah.


“Jelas sekali kata perkata dan rangkaian kalimat, beliau menyampaikan hal itu. Pilihan kata tidak tepat, dan susunan kalimat yang membentuk discourse (wacana) sangat tendensius,” paparnya.

Dia mengatakan, seharusnya jurubicara pemerintah menggunakan diksi yang baik dan pas saat menyampaikan pernyataan di hadapan publik.

“Mestinya jurubicara harus mengetahui heterogenitas masyarakat yang tidak semua bisa mencerna maksud dan makna kalimat yang disampaikan. Itulah pentingnya paham tentang opini publik,” tegasnya.

“Di tengah bencana nasional ini, berbagai kondisi muncul di masyarakat misalnya rasa cemas, kesulitan ekonomi, dan rasa takut harusnya diberikan narasi-narasi yang menyejukkan dan membangun optimisme yang sejuk,” tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya