Berita

Zulkifli Hasan (pegang mikrophone)/Ist

Politik

Ketum PAN Desak Pemerintah Karantina Wilayah Jabodetabek

MINGGU, 29 MARET 2020 | 15:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Desakan agar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) di karantina kembali didengungkan. Kali ini oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, yang menilai Jabodetabek sebagai episentrum Covid-19 di Indonesia.

Menurut pria yang akrab disapa Zulhas itu, ada perintah dalam UU 6/2018 bahwa pemerintah pusat memiliki kewenangan menetapkan status karantina wilayah.

“Karena itu, segera berlakukan karantina wilayah sebagai upaya bersama untuk menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh warga negara," tuturnya didampingi Ketua DPW PAN DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) di sela-sela memberikan bantuan dari DPP dan DPW PAN DKI untuk warga Jakarta Timur, Minggu (29/3).


Wakil ketua MPR RI itu mengurai bahwa desakan karantina wilayah dilakukan karena sebaran virus mematikan asal Wuhan, China kian mengkhawatirkan. Korban jiwa terus berjatuhan setiap harinya di tanah air.

Sejauh ini, sambung Zulhas, physical distancing yang diterapkan pemerintah belum mampu memberikan efek yang berarti dalam penanggulangan penyebaran virus corona. Sedang fasilitas kesehatan, alat kesehatan, alat pelindung diri, dan tenaga medis dikabarkan dalam jumlah yang terbatas.

“Yang lebih memprihatinkan lagi, belakangan diketahui bahwa tenaga medis justru banyak yang gugur sebagai pahlawan dalam melaksanakan tugas dan pengabdiannya," jelas Zul.

Selama karantina wilayah, PAN mendesak agar kebutuhan stok pangan dan distribusinya terjamin. Sedang untuk menjaga kedisiplinan warga, polisi dan tentara perlu melakukan patroli secara ketat.

"PAN juga meminta pemerintah harus mengerahkan seluruh kekuatan dan anggaran untuk menangani dan memerangi virus corona. Semoga Allah SWT melindungi dan memberikan pertolongan bagi kita semua," demikian Zulhas.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya