Berita

Presiden Joko Widodo dan Menkeu Sri Mulyani/Net

Politik

Utang 300 Juta Dolar AS Dipertanyakan, Gerindra: Apa Pak Jokowi Tahu?

MINGGU, 29 MARET 2020 | 15:28 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Utang 300 juta dolar AS kepada world bank oleh pemerintah dipertanyakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), khususnya komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra.

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra, Heri Gunawan merasa ragu utang tersebut dilakukan Menteri Keuangan, Sri Mulyani atas persetujuan Presiden Joko Widodo.

“Apakah Pak Jokowi tahu ini? Indonesia sudah berutang sebesar 300 juta dolar AS ke bank dunia untuk reformasi sektor keuangan dalam menjaga pertumbuhan untuk membuka peluang ekonomi baru. Disamarkan dari permasalahan akibat Covid-19,” ujar Heri lewat keterangan persnya, Minggu (29/3).


Ia pun menyayangkan sikap pemerintah yang memilih mengambil utang di tengah ambruknya ekonomi. Sebab seharusnya, ada solusi sumber pendanaan dalam negeri yang bisa dimanfaatkan.

Di antaranya Sisa Anggaran Tahun Lalu (SAL), akumulasi dari Sisa Anggaran Tahun Sebelumnya (SILPA), dan anggaran yang selama ini disishkan oleh pemerintah sebagai dana abadi (endowment fund) untuk keperluan cadangan yang diinvestasikan di Surat Utang Negara (SUN). Termasuk dana APBN yang ada BA-99 yang selama ini dikelola oleh Menteri Keuangan sebagai Bendahar Umum Negara.

“Bahkan kalau perlu pemerintah bisa meminjam sebagian dana simpanan milik LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) yang mencapai lebih 150 triliun sebagai cadangan darurat oleh negara untuk keperluan mendadak. Karena uang tersebut tersedia dan sangat siap untuk dipinjam negara bila perlu karena posisi dana nya memang tidak sedang digunakan,” jelasnya.

Ada pula cadangan devisa Indonesia yang dikelola oleh Bank Indonesia sekitar 130 miliar dolar AS atau setara Rp. 2 ribu triliun bila kurs saat ini Rp. 16.800 per dolar AS.

“Karena Bank Indonesia tidak sepenuhnya menggunakan cadangan devisa untuk operasi moneter menjaga stabilitas nilai tukar rupiah saja seperti saat ini. Sehingga operasi moneternya lebih terimbang untuk yang lain lebih urgent,” katanya.

Heri Gunawan menyarankan pemerintah cukup dengan menerbitkan open end SUN yang khusus dibeli oleh bank sentral dan meminta BI membeli SUN tersebut dengan asumsi bunga di bawah 5%. Kalau pemerintah menerbitkan SUN senilai 20 miliar dolar AS akan setara dengan 336 triliun rupiah.

“Kebijakan seperti ini harus diambil karena kalau kita menerbitkan global bond di saat pasar global sedang terimbas Covid-19, maka rate return SUN yang diterbitkan oleh Indonesia akan sangat mahal biayanya," tandasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya