Berita

Foto Repro

Politik

Syahganda: Saya Minta Maaf Jika Ada TNI Yang Salah Paham

MINGGU, 29 MARET 2020 | 14:20 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Aktivis dan pengamat politik DR. Syahganda Nainggolan merasa perlu meluruskan salah satu pernyataan yang disampaikannya dalam wawancara jarak jauh dengan CNN Indonesia.  

Dalam wawancara itu Syahganda diminta untuk menyampaikan pendapatnya mengenai langkah-langkah penanganan yang dilakukan pemerintah sejauh ini.

Pembicara lain dalam wawancara itu adalah Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian.


Dalam pernyataannya, Syahganda mengatakan, pemerintah masih kurang berhasil membangun kepercayaan di tengah publik terkait dengan penanganan Covid-19. Salah satu indikasinya, banyak anggota masyarakat yang secara sepihak menutup wilayah mereka kendati pemerintah belum menyatakan status karantina wilayah atau yang secara populer dikenal sebagai lockdown.

Maka dari itu, menurut hemat Syahganda sebaiknya militer mengambil alih kepemimpinan di berbagai wilayah.

“Tanpa kepastian data ini, kita tidak bisa percaya pada pemerintah saja. Rakyat ini harus percaya kepada yang sifatnya itu lebih taktik, lebih cepat. Nah, kalau saya mengharapkan sekarang beberapa daerah sudah harus diambil alih oleh tentara,” ujar Syahganda.

“Dalam wawancara itu ada ungkapan saya bahwa "sekarang ini sebaiknya diambil tentara itu”. Lalu ada kata-kata saya, "tentara jangan tidur saja". Yang kata-kata ini dapat menimbulkan salah paham,” ujar Syahganda dalam keterangan kepada redaksi Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu, Minggu (29/3).

“Dalam semua rangkaian kalimat justru saya bermaksud mengatakan saatnya kepercayaan diberikan pada tentara. Artinya saya meletakkan kepercayaan yang tinggi pada tentara dalam situasi ini,” ujar Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle itu lagi.

“Dengan demikian saya berharap ungkapan saya secara keseluruhan menjadi acuan seluruh kata-kata saya. Dan mohon maaf untuk bagian "tidur" tersebut,” sambungnya lagi.

Syahganda menambahkan, dirinya meyakini tentara tidak tidur karena justru tentara terlibat dalam penanganan wabah ini. Hanya skala keterlibatan tentara yang seharusnya bisa lebih maksimal.

“Demikian klarifikasi ini saya haturkan kepada para TNI. Salam hormat,” demikian Syahganda.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya