Berita

Saleh Daulay/Net

Politik

Saleh Daulay Minta PP Karantina Wilayah Atur Subsidi Rakyat Dan Larangan PHK

MINGGU, 29 MARET 2020 | 10:39 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Langkah karantina wilayah sedang dipikirkan matang oleh pemerintah guna mengantisipasi terjadi lonjakan korban jiwa atas sebaran Covid-19.

Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay menyambut baik langkah tersebut. Namun demikian, dia meminta pemerintah mencantumkan beberapa aturan di dalam Peraturan Pemerintah (PP) soal karantina wilayah tentang kemasalahatan rakyat.

Salah satunya, pemerintah harus mencantumkan aturan bagi para pekerja atau buruh baik pekerja penerima upah atau pekerja bukan penerima upah (PBPU).  Begitu juga pekerja sektor formal maupun informal.


“Di dalam PP tersebut diharapkan ada ketentuan bagaimana agar mereka tidak ada yang di-PHK dan mereka juga tetap bisa menghidupi keluarganya. Bagi PBPU, mesti dibuat aturannya agar mereka mendapatkan bantuan atau subsidi dari pemerintah,” kata Saleh kepada redaksi, Minggu (29/3).

Menurut politisi PAN itu, pemerintah harus dapat memberikan jaminan kepada para pekerja atau buruh agar dapat menghidupi keluarga mereka pada saat melaksanakan karantina wilayah.

“Subsidi dan bantuan tidak hanya diperuntukkan bagi PBPU saja. Tetapi luas dari itu, bagi masyarakat yang membutuhkan. Ada banyak masyarakat yang bekerja harian untuk menutupi kebutuhan harian juga. Konsekuensi seperti ini harus dihadapi pemerintah,” jelasnya.

Wakil Ketua PAN ini juga menyarankan pemerintah mencantumkan hak-hak pengusaha yang memberikan keringanan bagi para pekerjanya di dalam peraturan pemerintah soal karantina wilayah.

“Termasuk mereka yang tetap mempertahankan agar tidak melakukan PHK. Jadi ada kesimbangan antara hak pekerja dan hak pengusaha,” tambahnya.

Mengenai sanksi juga disinggung Saleh Daulay, dia meminta agar pemerintah tegas kepada para pelanggar aturan.

“Sanksi itu penting. Karena kalau hanya imbauan, sering tidak ditepati. Bisa saja sanksi denda atau kurungan. Yang jelas, harus tegas dan mengikat,” tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya