Berita

Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono saat umumkan local lockdown/Net

Nusantara

Berlakukan Local Lockdown, Walikota Tegal: Dari Kacamata Kemanusiaan Warga Harus Saya Proteksi

SABTU, 28 MARET 2020 | 13:04 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Keputusan yang diambil oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal melakukan local lockdown semata-mata mengutamakan keselamatan warga negara khususnya masyarakat Tegal. Sebab, masalah kemanusiaan tidak bisa dikesampingkan mengingat Kota Tegal masuk kategori zona merah wabah virus corona baru (Covid-19).

Demikian disampaikan Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono di sela-sela acara Populi Center dan Smart FM bertajuk "Kerja Efektif Menghadapi Corona" melalui siaran radio live, di Jakarta, Sabtu (28/3).

"Kita melihat dari kacamata kemanusiaan. Bahwa hal ini saya lakukan karena untuk proteksi. Karena kita sekarang itu yang tadinya siaga, darurat siaga. Kita sudah menetapkan zona merah bahwasanya yang 1 juga positif," kata Dedy Yon Supriyono.


Dedy mengatakan, warga Tegal yang berada di DKI Jakarta yang diketahui sebagai epicentrum penyebaran Covid-19, menjadi perhatian serius bagi Pemkot Tegal. Karena itu, dia mengimbau warga Tegal yang masih berada di luar Tegal, untuk tetap menjalankan imbauan pemerintah pusat sosial distancing dan physical distancing.

"Warga kota Tegal yang merasa di Jakarta atau di daerah lain jangan pulang dulu, harus sayang sama orang Tegal karena (Tegal) ini sudah steril ya," tuturnya.

Kendati begitu, Pemkot Tegal pun sudah menyiapkan langkah antisipatif terhadap kebijakan local lockdown yang diambil. Mengingat, Tegal merupakan kota transit dari daerah tetangganya seperti Pemalang, Brebes dan Kabupaten Tegal.

"Banyak warganya merantau di Jakarta ini kan udah pulang, makanya saya bikin pembatas dengan istilah lokal lockdown. Maksudnya itu adalah isolasi wilayah. Dengan keadaan darurat ini mereka harus mengkarantina di kotanya, tidak boleh keluar dan juga tidak gampang orang masuk. Melalui satu pintu, ini harus di di cek suhu tubuhnya dan lain lain," pungkasnya.

Selain Dedy, turut hadir narasumber lain dalam acara ini antara lain mantan Wakil Ketua Komisi XI DPR Andi Rahmat, Mantan Anggota DPD RI M. Ichsan Loulembah dan Kemudian Dosen FEB UI, Direktur INDEF Berly Martawardaya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya