Berita

Isyana Bagoes Oka/Net

Nusantara

Transportasi Ke Luar Jabodetabek Harus Dibekukan Untuk Memutus Rantai Penyebaran Corona

SABTU, 28 MARET 2020 | 10:38 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sistem transportasi publik yang ke luar Jabodetabek perlu dibekukan untuk mencegah virus corona atau Covid-19 menyebar ke daerah lain.

Pembekuan tersebut dinilai penting diterapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sembari menunggu kebijakan yang lebih konkret dari pemerintah pusat.

"Sambil menunggu kebijakan meminimalisasi interaksi antarmanusia, baik melalui social distancing yang diperketat, karantina terbatas atau karantina wilayah, kami mendesak Kemenhub hentikan pergerakan orang ke luar dari Jabodetabek dengan membekukan semua transportasi publik," kata Ketua DPP PSI, Isyana Bagoes Oka dalam keterangannya, Sabtu (28/3).


Secara teknis, kebijakan itu bisa diterapkan kepada moda transportasi seperti kereta api, bus antarkota, kapal laut, dan pesawat udara. Sementara transportasi logistik dan kesehatan tetap dibuka.

Dia mengamini langkah tersebut bukan kebijakan populer. Namun mau tidak mau pembekuan harus dilakukan demi menyelamatkan puluhan ribu nyawa yang berada di luar Jabodetabek yang belum terdampak.

"Kalau kita baca laporan media, belasan ribu pekerja informal di Jakarta sudah mudik dini ke kampung mereka karena pekerjaan yang sepi. Ini sangat berpotensi menjadi gelombang penularan besar-besaran ke kampung-kampung," sambungnya.

Terlebih, kata dia, sarana dan prasarana kesehatan di daerah kalah tertinggal dengan di Jabodetabek. Jika pasien corona di daerah meningkat, bukan tidak mungkin akan menjadi masalah baru.

"Kalau ada ledakan jumlah positif corona di daerah, kita akan sangat kewalahan. Sebelum itu terjadi, tutup semua akses transportasi publik ke luar Jabodetabek," tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya