Berita

Khofifah Indar Parawansa/Net

Nusantara

Empat Golongan Ini Dapat Prioritas Rapid Test Di Jatim

JUMAT, 27 MARET 2020 | 13:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rapit test serentak digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada hari ini, Jumat (27/3). Sebanyak 18.400 alat rapid test telah disebar ke 65 rumah sakit dan dinas kesehatan di 38 kabupaten/kota.

Gubernur Jawa Timur Khofifah mengurai bahwa alat ini merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan sebanyak 8.400 buah dan Yayasan Tzu Chi Buddha sebanyak 10 ribu buah.

Sebanyak 9.500 alat rapid test dibagi ke 65 rumah sakit rujukan. Sementara 7.020 alat dikirim untuk dinas kesehatan kabupaten/kota di Jawa Timur.


“Sisanya sebanyak 1.800 kita gunakan untuk bufferstock,” ujar Khofifah kepada wartawan.

Rapid test ini merupakan alat deteksi antibodi untuk virus corona jenis SARS-COV-2 yang menyebabkan penyakit covid-19 dengan melalui pengambilan sampel darah. Dengan alat ini bisa diketahui hanya dalam waktu 15 menit hingga 20 menit, apakah seseorang terjangkit virus corona atau tidak.

Ada empat golongan yang mendapat prioritas rapid test di Jatim. Prioritas pertama, adalah yang mengalami kontak erat risiko tinggi. Mereka adalah yang memiliki kontak dengan kasus konfirmasi positif covid-19.

“Termasuk di dalamnya adalah tenaga kesehatan, dokter, perawat dan juga yang mengantar dan membersihkan ruangan di tempat orang positif covid-19 dirawat,” kata Khofifah.

Prioritas kedua adalah mereka yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), bila pemeriksaan PCR tidak memungkinkan dilakukan atau memerlukan waktu yang lama.

Prioritas ketiga adalah Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sedangkan jenjang prioritas keempat adalah mereka yang memiliki kontak erat risiko rendah.

“Bagi rumah sakit yang sudah mendapatkan alat rapid test, maka saya minta untuk segera melakukan rapid test virus corona ini. Akan tetapi penting diingat jangan sampai tesnya dilakukan secara massal dan malah membuat pusat keramaian baru. Tetap jaga jarak aman,” tegas Khofifah.

Per Kamis (26/3), total kasus positif covid-19 di Jawa Timur mencapai 59 orang, di mana 7 dinyatakan sembuh dan 3 meninggal dunia.  Rinciannya yang positif adalah sebagai berikut, di Surabaya ada 33 orang, di Kabupaten Sidoarjo ada 8 orang, di Magetan ada 8 orang, Kabupaten Malang ada 4 orang, Kabupaten Kediri 2 orang, dan Kota Malang 2, Kabupaten Blitar ada 1 orang, serta Gresik ada 1 orang.

Sedangkan yang terkonfirmasi PDP berjumlah 221 orang dan ODP terkonfirmasi ada 3.055 orang.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya