Berita

Bantuan APD dari China/Net

Nusantara

Banyak Produk Luar Negeri Yang Tenyata Dibuat Oleh Indonesia Termasuk APD Bantuan Dari China

JUMAT, 27 MARET 2020 | 08:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Alat plindung diri (APD) yang dikirim China sebagai bantuan untuk Indonesia, disebut-sebut bertuliskan ‘Made in Indonesia’.

Meluruskan hal ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan penjelasannya bahwa benar alat itu dibuat di Indonesia, namun pemiliknya adalah pihak luar negeri atau China.

Sebagaimana kita melihat banyak barang dari China yang ternyata bertuliskan ‘Made in Indonesia. Indonesia banyak melakukan kerja sama dengan pihak luar.
Kerja sama ini disebut  Offshoring, yaitu perpindahan proses bisnis dari sebuah negara ke negara lain. Biasanya proses operasi seperti manufaktur. Istilah ini umumnya mengacu pada bisnis perusahaan swasta, tetapi pemerintah kadang-kadang juga melakukan alih keluar

Kerja sama ini disebut  Offshoring, yaitu perpindahan proses bisnis dari sebuah negara ke negara lain. Biasanya proses operasi seperti manufaktur. Istilah ini umumnya mengacu pada bisnis perusahaan swasta, tetapi pemerintah kadang-kadang juga melakukan alih keluar


“Dua hari ini dapat banyak pertanyaan media kenapa APD yang diimport ada tulisan 'Made in Indonesia'," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo dalam cuitan Twitternya.
Ia menyebut di Indonesia banyak pabrik pembuatan APD, bahkan juga produk terkenal seperti pakaian, sepatu, tas, memiliki pabrik di Indonesia.

Perusahaan APD dari luar negeri menjahit produknya di Indonesia, namun bahan bakunya tetap dari luar negeri. Indonesia banyak membuat produk terkenal luar negeri tapi hanya sebagai penjahit saja, sedangkan bahan baku hampir seluruhnya dari pemilik merk tersebut.
"Demikian juga dengan APD, semua bahan bakunya dikirim dari negara asal seperti China, Korea, dan lain-lain. Sedangkan Indonesia hanya diminta untuk menjahit dan merapikannya agar jadi APD yang siap pakai," tulis  Agus.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya