Berita

Aksi penyemprotan disinfektan oleh warga Buaran, Jatinegara, Jakarta Timur/RMOL

Kesehatan

Jengah Tunggu Pemerintah, Warga Buaran Rakit Alat Penyemprot Disinfektan Bermodal Rp 500 Ribu

KAMIS, 26 MARET 2020 | 14:54 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tingginya angka penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia membuat masyarakat resah.

Meski pemerintah sudah melakukan beragam cara untuk menyumbat penyebaran wabah, seperti imbauan social distancing, melarang kerumunan, hingga kebijakan bekerja dari rumah atau work from home, masyarakat belum merasa aman.

Seperti yang dilakukan warga RT 06/08 Buaran, Kelurahan Jatinegara, Cakung. Warga yang dikomandoi ketua RT setempat memilih bergerak dengan membuat alat penyemprotan disinfektan sederhana.


Dengan menggunakan alat seadanya, seperti gerobak kayu, drum plastik bekas industri, dan penyemprot yang dirakit sendiri, warga sukarela menyemprot rumah-rumah warga dengan cairan disinfektan rumahan.

"Kami bergerak swadaya dengan modal gotong royong. Tujuannya agar wilayah kami steril dari virus," tutur Ketua RT 06, Kelurahan Jatinegara, Subari kepada Kantor Berita Politik RMOL di lokasi, Kamis (26/3).

Adapun cairan disinfektan yang digunakan berasal dari pembersih merek Wipol, pemutih merek Bayclin yang dicampurkan dengan air. Untuk modal pembuatan cairan disinfektan beserta alat-alatnya, warga menghabiskan biaya sekitar Rp 500 ribu yang dikumpulkan swadaya.

Salah seorang warga setempat yang ikut serta dalam penyemprotan bernama Barno mengaku, kegiatan tersebut sengaja dilakukan oleh bapak-bapak di lingkungannya karena hingga kini belum ada langkah nyata dari pemerintah.

Dengan nada tinggi, Barno belum melihat pemerintah terjun langsung menyentuh masyarakat.

"Ini murni dana pribadi. Kemana pemerintah? Tolonglah, sampai sekarang belum ada bantuan baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Kalau nunggu pemerintah, yang ada (pasien positif corona) bertambah," tegasnya dengan nada geram.

Sontak, kegiatan tersebut menyedot perhatian warga yang tengah berdiam diri di rumah mengikuti imbauan pemerintah. Warga setempat bernama Wati mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan warga.

"Minimal dengan disemprot, rumah-rumah kami jadi bersih (dari virus)," ujar Wati.

Hingga Rabu (25/3), jumlah pasien positif corona telah mencapai 790 orang. Sebanyak 31 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan 58 orang meninggal.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya