Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pakaian pelindung/Net

Dunia

Walikota Moskow Kepada Putin: Sesungguhnya Ada Jauh Lebih Banyak Orang Yang Terinfeksi

RABU, 25 MARET 2020 | 12:01 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kapasitas Rusia untuk menangani wabah virus corona atau Covid-19 ikut dipertanyakan.

Walikota Moskow, Sergei Sobyanin mengatakn kepada Presiden Rusia Vladimir Putih bahwa jumlah kasus corona di ibukota Rusia itu sebenarnya jauh melebihi angka resmi.

Pernyataan itu dikeluarkan Sobyanin ketika Putin melakukan kunjungan ke rumah sakit pada Selasa (24/3), lengkap dengan pakaian pelindung berwarna kuning dan ventilator.


"Situasi serius sedang terjadi," kata Sobyanin kepada Putin seperti dimuat Reuters.

"Pada kenyataannya, ada jauh lebih banyak orang sakit," lanjutnya seraya mengatakan jumlah kasus terus meningkat dengan cepat.

Sobyanin mengatakan, tes deteksi untuk corona cukup langka. Alih-alih melakukan tes, pada akhirnya, banyak orang Moskow yang baru kembali dari luar negeri melakukan isolasi di rumah tanpa dites.

Sejauh ini, Rusia sendiri hanya melaporkan 495 kasus dengan satu kematian.

Pemerintah Rusia juga mengatakan akan mengatur kembali kepulangan warga yang ingin pulang.

Secara terpisah, dua anggota parlemen senior Rusia mengusulkan rancangan undang-undang untuk membuat langkah hukum bagi pelanggar karantina.

Di mana seorang pelanggar karantina akan dipenjara hingga tiga hingga tujuh tahun.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya