Berita

Pasien corona/Net

Dunia

Kasus Terus Melonjak, Australia Di Hadapkan Krisis Sistem Kesehatan

RABU, 25 MARET 2020 | 09:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Virus corona bukan hanya membuat negara-negara berkembang ketakutan.

Negara maju dengan sistem kesehatan yang mumpuni pun memiliki rasa kekhawatiran yang sama. Misalnya saja Australia.

Hari demi hari, rumah sakit di Australia terus dibanjiri dengan para pasien terinfeksi corona atau Covid-19.


Di Victoria, Perdana Menteri Daniel Andrews mengatakan kekhawatirannya apabila pasien terus melonjak dan antrean muncul di luar Centrelink, kantor badan kesejahteraan utama.

Menurutnya, pada saat itu, akan terjadi kekacauan yang sangat fatal, seperti dimuat Reuters.

"Jika ini lolos dari kita, sistem kesehatan kita akan dibanjiri dan orang-orang tidak hanya akan mengantre untuk pembayaran Centrelink, mereka akan mengantre untuk janjung, mesin pasu-paru, ventilator, dan tempat perawatan intensif. Kita tahu apa artinya," ujar Andrews pada Rabu (25/3).

Bukan hanya Andrews yang merasakan kekhawatiran tersebut, para pemimpin negara-negara bagian Australia juga semakin frustasi. Di tambah dengan pelanggaran yang terus dilakukan warga dengan terus bertemu dan berlibur di saat social distancing.

Andrews mengatakan, 500 pasukan polisi juga tengah memeriksa ribuan orang yang telah kembali dari luar negeri untuk memastikan mereka mengikuti aturan melakukan karantina mandiri.

Australia sendiri saat ini memiliki jumlah kasus corona sebanyak 2.250, di mana setangahnya berada di negara bagian New South Wales yang merupakan negara terpadat di sana.

Ada delapan kematian terkait dengan virus di seluruh negeri, sebagian besar di New South Wales.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya