Berita

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/Net

Nusantara

Imbau Warganya Agar Tidak Mudik, Ridwan Kamil Sebut Hadist Nabi Tentang Wabah Di Suatu Tempat

RABU, 25 MARET 2020 | 06:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jakarta menjadi wilayah terdampak virus corona yang memiliki angka kasus paling banyak. Mengingat hal itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) mengimbau agar warganya yang merantau di Jakarta untuk sementara waktu tidak mudik.

"Saya imbau semua warga yang bekerja di Jakarta untuk tidak mudik. Karena sumber pandemi di Indonesia itu mayoritas ada di Jakarta," ujar Kang Emil, di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (24/3).

Kang Emil memberikan contoh, banyak warga Sumedang yang merantau dan bekerja di Jakarta, Bekasi, dan Depok, yang setiap minggu atau setiap bulannya pulang pergi mudik ke Bandung. Hingga kini jumlah orang dalam pengawasan (ODP) di Kabupaten Sumedang meningkat pesat dengan angka 1.833 orang.


"Kalau pulangnya sebelum rapid test dilaksanakan, Anda punya potensi sebagai ODP. Karena punya potensi dihitung datang dari sebuah wilayah yang tingkat sebarannya banyak yang masuk kategori diwaspadai," ujar Kang Emil.

"Contohnya di Sumedang, sebelum pemberlakuan work from home, yang ODP hanya dua orang. Sekarang lebih dari 300. Pak Bupati melaporkan, mereka adalah orang Sumedang yang tinggal bekerja di Jakarta, tiba-tiba mudik ke kampung masing-masing," lanjut Kang Emil lagi.

Kang Emil pun mengingatkan hadis dari Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan jika terjadi wabah di suatu tempat, janganlah memasuki tempat tersebut. Begitu pun dengan penduduk yang tinggal di tempat wabah tersebut, dilarang untuk meninggalkan wilayahnya.

"Sekali lagi saya imbau jangan ada mudik dulu, kita tinggal tetap di wilayah masing-masing, sampai kondusif," tutur Emil.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya