Berita

Gde Siriana Yusuf/Net

Bisnis

WABAH VIRUS CORONA

Segera Revisi APBN 2020, Lupakan Infrastruktur Yang Tidak Prioritas Dan Ibukota Baru

SELASA, 24 MARET 2020 | 12:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Joko Widodo diminta segera melakukan perubahan APBN karena asumsi atau indikator APBN 2020 sudah jauh meleset.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Government and Political Studies (GPS), Gde Siriana Yusuf terkait gejolak kesehatan dan ekonomi di tengah wabah virus corona baru (Covid-19).

Berbagai indikator tersebut adalah pertumbuhan ekonomi 5,3 persen, tingkat inflasi 3,1 persen, nilai tukar rupiah 14.400 per dolar AS, suku bunga SPN 3 bulan 5,4 persen, harga minyak mentah Indonesia 63 dolar AS per barel.


Gde Siriana menyebutkan, dalam pandangan DPR, kewajiban melakukan perubahan APBN sesuai dengan Pasal 182 UU 17/2014 tentang MD3.

"Jokowi harus segera lakukan perubahan APBN karena indikator APBN 2020 sudah jauh meleset. Tingkat pertumbuhn sudah direvisi BI 4,6 perse (di bawah 5,3 persen), kurs rupiah sudah di atas Rp. 14.400, dan harga minyak di bawah 63 dolar AS per barel," tuturnya, Selasa (24/3).

Perubahan dilakukan agar APBN lebih realistis, dan menetapkan prioritas-prioritas anggaran untuk kesehatan yang dibutuhkan dalam mitigasi corona, juga untuk memsubsidi kalangan masyarakat bawah yang terdampak akibat wabah ini.

"Lupakan anggaran untuk infrastruktur yang tidak prioritas dan juga ibukota baru," tutup Gde Siriana.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya