Berita

Bantuan APD yang diterima Pemprov DKI memang diproduksi di Indonesia/RMOL

Nusantara

Bantuan APD Untuk Pemprov DKI Ternyata Made In Indonesia, Begini Penjelasannya

SELASA, 24 MARET 2020 | 11:36 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinskes) Provinsi DKI Jakarta telah menerima bantuan 40 ribu pakaian Disposable Protective Coverall. Ini merupakan salah satu kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para petugas medis yang jadi garda terdepan dalam penanganan wabah Covid-19 di wilayah Ibukota.

Pakaian APD ini diterima dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional di Balai Kota Jakarta, Senin dini hari (23/3).

Namun yang menarik perhatian, peralatan produksi perusahaan UPC asal Korea itu di kardusnya bertuliskan 'Made in Indonesia'. Selain ada tulisan Korea, ada pula tulisan berbahasa Inggris yang menjelaskan jumlah dalam satu dus, warna APD, serta nomor seri.


Terkait hal tersebut, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, menjelaskan bahwa perlengkapan APD tersebut memang dibuat di Indonesia.

"Ya pabriknya kan di Indonesia," ujarnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (24/3).

"Itu bukan bantuan luar negeri. Itu yang beli Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Yang bantuan China baru mulai didistribusikan hari ini," sambungnya.

Hal senada dikatakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. Jenderal bintang tiga ini menjelaskan peralatan medis yang disalurkan ke Pemprov DKI Jakarta memang dibuat di Indonesia.

Kepala BNPB itu menyebut peralatan medis berupa Disposable Protective Coverall itu adalah barang yang akan diekspor. Namun, rencana itu tidak jadi karena Indonesia membutuhkannya.

"Buatan Indonesia yang akan diekspor, namun akhirnya diprioritaskan untuk Indonesia," tandas Doni.

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya