Berita

Afrika Selatan berlakukan lockdown nasional/Net

Dunia

Social Distancing Tak Ampuh, Afrika Selatan Terapkan Lockdown Nasional

SELASA, 24 MARET 2020 | 11:04 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah memiliki peningkatan kasus corona atau Covid-19, pemerintah Afrika Selatan mulai melakukan lockdown.

Militer kemudian dimobilisasi untuk mengawasi penguncian selama 21 hari di seluruh negeri.

Mulai Kamis malam (26/3), Afrika Selatan akan menjadi negara pertama yang melakukan lockdown terbesar di benua tersebut.


"Tindakan cepat dan luar biasa diperlukan jika kita ingin mencegah malapetaka dalam proporsi besar di negara kita," ujar Presiden Cyril Ramaphosa dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi pada Senin malam (23/3).

"Ini adalah langkah yang menentukan untuk menyelamatkan jutaan orang Afrika Selatan dari infeksi dan menyelamatkan ratusan ribu nyawa manusia," lanjutnya seperti dimuat The Globe and Mail.  

Ramaphosa mengatakan, langkah lockdown sangat diperlukan meski akan berdampak besar pada perekonomian. Namun, itu jauh lebih baik ketimbang harus membayar nyawa manusia yang lebih besar, katanya.

Pekan lalu, pemerintahan Ramaphosa sendiri telah memberlakukan social distancing dengan melarang pertemuan lebih dari 100 orang dan mendesak orang untuk tetap tinggal di rumah.

Namun, seperti warga di belahan dunia lain, warga Afrika Selatan masih berkumpul di restoran dan gereja, toko-toko di buka, perusahaan pun tidak menerapkan work from home.

Akhirnya, di bawah dekrit baru, semua perusahaan yang memberikan layanan tidak penting harus mewajibkan work from home. Semua toko ditutup, kecuali apotek, supermarket, dan bank.

Orang tidak akan diizinkan untuk keluar rumah, kecuali untuk membeli bahan makanan, obat-obatan, dan persediaan penting lainnya.

Sejak melaporkan kasus pertamanya pada 5 Maret, Afrika Selatan memiliki lonjakan infeksi yang luar biasa. Pada Senin, negara tersebut memiliki 402 kasus yang menjadi kasus terbesar di benua Afrika.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya