Berita

Anggota Fraksi PKB, Luqman Hakim/Net

Politik

Arahan Cak Imin, Fraksi PKB Tolak Tes Corona Gratisan

SENIN, 23 MARET 2020 | 22:19 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memastikan tak akan ikut melakukan tes massal corona gratis yang akan digelar di DPR RI.

"Saya menolak dan tidak akan ikut tes corona gratisan. Kenapa saya bilang gratisan? Karena sumber dana tes corona ini belum jelas dari mana, apakah dari fasilitas asuransi yang dimiliki tiap anggota, atau dari sumbangan pihak lain atau dari mana," kata anggota Fraksi PKB, Luqman Hakim dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/3).

Ia menjelaskan, saat ini yang harus dipentingkan adalah masyarakat yang rentan dan kurang mampu. Terlebih menurutnya, tes corona yang lebih akurat dari rapid test membutuhkan biaya cukup mahal.


"Anggota DPR pasti mampu membiayai dirinya dan keluarganya untuk melakukan tes corona secara mandiri di rumah sakit," sambung anggota Komisi III DPR RI ini.

Penolakan tes tersebut pun bukan semata-mata keputusan pribadi, melainkan arahan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Sesuai arahan Ketum, Fraksi PKB dilarang ikutan tes corona gratisan.

"Alat tes corona yang dibeli negara harus diprioritaskan untuk sahabat-sahabat tenaga medis dan masyarakat rentan. Tenaga medis adalah tentara terdepan dalam perang melawan corona ini," jelas Luqman.

Di sisi lain, pihaknya juga mengkritik sikap pemerintah yang dinilai lamban memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD), seperti masker, sarung tangan, baju hazmat, sepatu boot dan lainnya untuk memfasilitasi tenaga medis di semua rumah sakit.

"Masker dan hand sanitizer oleh masyarakat dianggap sebagai kebutuhan pokok dalam melawan wabah corona. Apabila tidak tersedia stok yang cukup di pasar, pasti memantik kepanikan massal seperti yang terjadi sampai saat ini," tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya