Berita

Adian Napitupulu/Net

Politik

Bila Pemerintah Tak Mampu, Biarkan Rakyat Lindungi Dirinya Sendiri

SENIN, 23 MARET 2020 | 12:12 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Masifnya penyebaran virus corona di Indonesia membuat sejumlah anggota dewan mendesak pemerintah untuk bekerja cepat dalam menangani, mencegah, serta mengantisipasi meluasnya Covid-19 ini. Bila pemerintah memang tak mampu, biarkan rakyat melindungi dirinya sendiri.

Dalam pandangan anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, menangani virus corona bukan seperti menangani bencana alam seperti tsunami dan gempa bumi. Untuk menangani virus corona pemerintah harus melibatkan rakyat untuk mendapatkan alat-alat kesehatan.

“Ketika melawan corona menjadi gerakan rakyat di mana 'senjata' untuk melindungi diri bisa didapat dengan murah dan mudah, bisa jadi virus corona akan frustrasi massal. Karena setiap orang di manapun sudah pakai masker, tangannya terbungkus sarung tangan latex, badannya terbungkus APD, sanitizer ada di pintu masuk rumah, di dapur, di kantor desa, di kampus, di sekolah, di wc umum, di mana mana ada,” ucap Adian lewat keterangannya, Senin (23/3).


Adian memahami bahwa uang negara sangat terbatas, juga keberadaan aparatur sipil negara. Kondisi makin rumit karena ada krisis ekonomi global akibat adanya wabah virus corona ini.

“Dengan seluruh keterbatasan dan situasi krisis sepertinya mustahil negara sanggup menjadi super hero yang mampu melindungi seluruh rakyatnya dengan baik dan sempurna,” ujar Adian.

Menurutnya, jika negara tidak mampu melindungi rakyatnya, Adian meminta pemerintah beri peluang agar rakyat bisa melindungi dirinya sendiri. Caranya dengan tidak mempersulit masuknya alat-alat kesehatan dan medis yang dibutuhkan rakyat.

“Caranya dengan membuka impor alat-alat medis itu semudah mungkin, bea dan pajak semurah mungkin. Biarkan rakyat menjual ayamnya, memecah tabungannya, urunan bergotong royong melawan bersama, untuk kesehatan bersama, untuk kehidupan bersama, dan untuk kemenangan Indonesia melawan Corona,” tutupnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya