Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pengamat: Barangkali Benar Negara Ini Miliki Beban Psikologis Pada China

JUMAT, 20 MARET 2020 | 08:06 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Wabah Virus Corona atau Covid-19 semakin meluas mengorbankan rakyat Indonesia. Namun, Pemerintahan Presiden Joko Widodo tak kunjung menghentikan sementara waktu interaksi dagang dengan negara China.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah menilai pemerintahan Presiden Jokowi diyakini memiliki beban psikologis dengan negara Republik Rakyat China (RRC).

Beban psikologis yang dimaksud ialah, Pemerintah Pusat hingga kondisi darurat sekalian tidak berani mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan relasi dengan China di saat wabah virus corona atau Covid-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan.


"Barangkali benar negara ini miliki beban psikologis pada China, hingga dalam kondisi darurat sekalipun tidak berani keluarkan kebijakan hentikan segala bentuk relasi dengan China," ucap Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (20/3).

Relasi dengan China yang dimaksud oleh Dedi di antaranya untuk menghentikan segala urusan ekspor-impor barang dari China.

Apalagi, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana akan melakukan impor beberapa bahan pokok seperti bawang putih, gula, dan bombay.

Bawang putih sendiri diprediksi akan di impor dari China lantaran negara tersebut disebut banyak pihak sebagai supplier terbesar bawang putih Indonesia.

Dengan demikian, Dedi meminta agar pemerintah untuk menurut seluruh interaksi dagang dengan China untuk sementara waktu di saat wabah Corona semakin mengkhawatirkan di Indonesia. Apalagi, China merupakan negara pertama yang terjadinya wabah Corona.

"Terutama soal interaksi dagang, tutup saja sementara waktu," pungkas Dedi.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya