Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Pemerintahan Jokowi Tak Punya Pengetahuan Tangani Krisis, Rakyat Indonesia Terjebak Wabah Corona

JUMAT, 20 MARET 2020 | 07:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Lambannya pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menangani penyebaran Virus Corona atau Covid-19 semakin menunjukkan kurangnya pengetahuan dalam menangani krisis hingga memprediksi datangnya krisis.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah menilai Pemerintah pusat pada Rezim Jokowi ini menunjukkan minimnya pengetahuan dalam menangani dan memprediksi keadaan krisis seperti saat ini yakni Wabah Corona.

"Pemerintah tak punya pengetahuan menangani krisis, lebih-lebih memprediksi datangnya krisis," ucap Dedy Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (20/3).


Apalagi kata Dedy, pemerintah terkesan menutupi persoalan yang sangat besar saat ini yakni wabah Corona hanya mementingkan persoalan ekonomi yang semakin memburuk.

Padahal, Pemerintah sebenarnya memiliki waktu 2,5 bulan untuk merespon atau mewaspadai wabah Corona di Wuhan agar tidak masuk ke Indonesia.

"Gencar pada promosi ekonomi menandai negara ini dijalankan secara anomali, bukan karena sistem yang dihasilkan dari tata kelola kepemerintahan," kata Dedi.

"Bagaimana mungkin kondisi membahayakan bagi warga negara tetapi ditutupi seolah tidak ada persoalan," sambung Dedi.

Sehingga, kata Dedi, seolah-olah ingin menyelamatkan perekonomian Indonesia, kenyataannya pemerintah Indonesia kehabisan waktu melakukan penanganan dini terhadap penyebaran Covid-19 ini.

"Ini yang membuat kita terjebak dalam wabah dan kehabisan waktu penanganan dini," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya