Berita

Foto: Net

Politik

Adhie Massardi: Rakyat Terlalu Percaya Istana, Makanya Di Mana-mana Masih Ramai

JUMAT, 20 MARET 2020 | 03:39 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penduduk di negara terjangkit virus corona memilih untuk mengurangi kegiatan di luar rumah untuk menghindari meluasnya penyebaran virus Covid-19 tersebut. Bahkan beberapa negara memilih untuk memberlakukan kebijakan lockdown.

Namun tidak demikian dengan yang terjadi di Indonesia. Meski pemerintah telah mengimbau untuk tidak banyak berkegiatan di luar rumah melalui imbauan bekerja di rumah dan meliburkan sekolah, namun hal tersebut tak diindahkan masyarakat.

Hingga kini, masih banyak masyarakat yang masih terbuka, bahkan tak sedikit yang merespons imbauan pemerintah dengan berlibur di tempat wisata dan ke luar kota.


Melihat fenomena ini, mantan Jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Adhie Massardi menilai sikap abai masyarakat ini tak lain karena narasi yang dibangun pemerintah seakan menyepelekan virus yang telah merenggut ribuan jiwa di dunia ini.

"Bukti istana kuat. Rakyat Indonesia sangat percaya perkataan orang Istana yang bilang 'Virus China Covid-19' tak akan berkembang di negara tropis...! Itu sebabnya di mana-mana masih ramai," kata Adhie Massardi di akun Twitternya, Jumat (20/3).

"Makanya, biar kate Vatikan sepi saupi, pentasbihan (misa) Uskup Ruteng di NTT tetap meriah," tandasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Kesehatan, terhitung Kamis (19/3) pukul 12.00 WIB, total kasus positif virus corona mencapai 309 orang, 15 orang dinyatakan sembuh dan 25 orang meninggal dunia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya