Berita

Pakar Komunikasi Digital Anthony Leong/Istimewa

Politik

Virus Corona 'Serang' Pilkada, Pakar: Kampanye Perlu Digeser Ke Platform Digital

JUMAT, 20 MARET 2020 | 02:36 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Adanya wabah virus corona yang terjadi di Indonesia membuat sejumlah stakeholder merumuskan skema baru Pilkada 2020 yang akan digelar September 2020 mendatang.

Skema baru dinilai perlu dilakukan lantaran dalam proses pilkada, terdapat kampanye politik yang kerap mengonsentrasikan massa. Konsentrasi massa tentu berseberangan dengan imbauan pemerintah untuk meminimalisir penularan virus bernama resmi Covid-19.

Menurut pakar komunikasi digital, Anthony Leong, kampanye politik perlu digeser dengan memanfaatkan platform digital.


"Dengan imbauan social distancing imbas wabah corona, ada baiknya kampanye Pilkada serentak dilakukan dengan memanfaatkan digitalisasi, platform online," ujar Anthony Leong dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis(19/3).

Selain meminimalisir penularan virus corona, CEO Menara Digital ini menilai kampanye menggunakan medium digital jauh lebih maksimal sebagai salah satu sarana utama dalam penyampaian visi, misi, dan program kerja.

"Platform digital, seperti media online dan media sosial memiliki pergerakan informasi yang sangat cepat. Dengan cara konvensional seperti TV atau koran, dalam 1 hari orang dapat meningkatkan keterkenalannya. Tapi lewat media sosial, dalam 1 jam orang sudah bisa viral dengan jangkauan publik yang luas jika ada pesan komunikasinya," jelasnya.

Hal itu tentu dapat tercipta dengan didukung kemasan kampanye dan program kerja yang baik agar mudah diterima masyarakat. Berdasarkan riset, ia menyebut 90% informasi yang disampaikan ke otak adalah visual, dan 40% orang akan merespons informasi visual dengan lebih mudah.

"Ada sebuah riset yang mengatakan bahwa data dalam bentuk grafik visual yang baik dapat menyokong penyebaran informasi via media sosial. Apalagi otak akan memproses informasi visual 60.000 kali lebih cepat dari informasi berupa teks. Oleh karena itu penggunaan media sosial sebagai sarana kampanye merupakan hal yang efektif," tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya