Berita

Willy Aditya/Net

Politik

Rupiah Melemah, Nasdem: Mata Uang Lain Juga Bernasib Sama

KAMIS, 19 MARET 2020 | 15:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Meluasnya wabah virus corona atau Covid-19 di Indonesia tidak hanya mengancam kesehatan. Tetapi juga berdampak pada gangguan ekonomi.

Anggota Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Willy Aditya, menyebutkan dalmpak ekonomi yang dirasakan Indonesai adalah mersotnya nilai tukar rupiah yang tembus Rp 16 ribu per dolar Amerika Serikat.

Meski kian merosot, Willy meminta hal tersebut tidak terlalu dipersoalkan. Pasalnya, melemahnya nilai tukar mata uang juga terjadi di negara lain yang terpapar corona.


"Rupiah hari ini sudah berada di angka 16 ribu, demikian juga dengan mata uang yang lain, pasti mengalami nasib yang sama," ujar Willy kepada wartawan, Kamis (19/3).

Terpenting, kata dia, hal mendesak yang harus diperhatikan adalah korban jiwa akibat Covid-19 di Indonesia yang menjadi tertinggi di Asia Tenggara.

"Korban jiwa sudah 19 orang. Angka ini menjadi angka yg tertinggi di Asia Tenggara. Death-rate-nya juga menjadi 8,3 persen. Ini berarti menjadi yang tertinggi di dunia. Ini tentu sangat mengkhawatirkan kita semua," jelasnya.

Untuk itu, dia mendesak pemerintah Presiden Joko Widodo untuk segera mengambil langkah tegas mengatasi wabah Covid-19.

"Jadi, keseriusan kita dalam menghadapi pandemi ini harus semakin ditingkatkan. Terutama dari sisi pemerintah. Segera ambil langkah-langkah luar biasa," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya